Revitalisasi Pasar Tanjungsari Diundur

Kota, Korsum
Revitalisasi pasar Tanjungsari direncanakan akan dilaksanakan tahun 2018 mendatang dengan anggaran capai Rp 48 miliar. Namun beberapa warga pasar keweca karena rencana revitalisasi itu batal ditahun 2018 dan pastikan akan diundur hingga tahun 2019  dengan alasan anggaran tahun 2018 itu tidak ada.
Awalnya, warga pasar Tanjungsari sudah menaruh harapan besar atas rencana tahun 2018 akan direvitalisasi dengan anggaran pusat (Kementrian Perdagangan). Namun harapan tersebut hapus sudah karena harus menunggu sekitar 2 tahun lagi (2019).
Kepala Dinas Koperesai, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKPP) Kabupaten Sumedang, Dadang Sukma menyebut belum tentu jika revitalisasi pasar Tanjungsari tahun 2018 dibatalkan. Hanya saja kata dia,  pihak Bapeda salah mengusulkan sehingga anggaranya hanya sekitar Rp 9 miliar. Padahal kebutuhan revitalisasi pasar itu sekitar Rp 48 miliar sesuai DED-nya.
“Saya juga tidak tahu kenapa terjadi tidak singkron dengan Bapeda yang informasinya diusulkanya dari DAK yang anggarannya dibawah Rp 4 miliar. Padahal seharusnya dianggaran tugas bantuan yang langsung disampaikan ke Kemendag, anggarannya bisa mencapai Rp 48 miliar,” sebut Dadang, di ruang kerjanya, Selasa (3/10).
Seharusnya, lanjut Dadang, pihak Bapeda itu kordinasi dulu dengan Disperindag sehingga ada singkronisasi. Namun menyikapi hal tersebut, Diskoperindag sudah mengusulkan kembali secara khusus dan langsung kepada Kementrian Perdagangan yang saat ini sudah diproses, namun belum ada keputusan.
“Sehingga, bila di tahun 2018 itu masih belum ada keputusan dari Kemendag itu, maka dipastikan revitalisasi pasar Tanjungsari akan diundur sampai tahun 2019 mendatang sesuai DED-nya sekitar Rp 48 miliar,” tandasnya.
Revitalisasi Pasar Tanjungsari itu masih terganjal status tanah bahwa persayaratan pengusulan itu status tanah harus milik Pemda dengan bukti sertivikat tanah,  maka revitalisasi bisa diproses. “Saya sudah masukan keperubahan anggaran untuk biaya sertivikat tanah pasar Tanjungsari. Bahkan saat ini sertivikat tanah itu dalam proses pihak BPN,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Bapeda dan sekretaris dengan tidak ada ditempat, sementara menurut keterangan Satpam kantor itu menyebut, kepala Bapeda dan Sekretaris sedang berkunjung ke Sukabumi, Rabu (4/10).
Seperti dilansir koran ini di edisi sebelumnya, Kepala Diskoperindag Dadang Sukma menyebutkan, rencana revitalisasi pasar Tanjungsari tidak akan merubah status pasar yakni pasar tradisionil semi modert yang mengacu kepada studi banding ke pasar tradisionil Kabupaten Sukabumi.**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar