Warga Desa Margalaksana Protes Pengerukan Jalan


Sumsel, Korsum
Pasca longsor yang menimpa warga Desa Ciherang sehingga pemerintahan Kabupaten Sumedang bertindak untuk merelokasi korban bencana longsor tersebut ke Desa Margalaksana Kecamatan Sumedang Selatan (Sumsel). Dari hal itu, persiapan pun dilakukan hingga pemetaan  hunian bagi korban longsor.
Persiapan pun dilakukan, sampai kepada bantuan untuk pembangunan infrastruktur dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari Pusat sebesar kurang lebih Rp.12 milyar untuk pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 4,6 km dari jalan protokol hingga ke Desa Margalaksana. Namun, dalam pelaksanaannya, warga Desa Margalaksana memprotes atas pelaksanaan pembangunan jalan itu, sebab, warga merasa tidak ada sosialisasi sebelumnya kepada masyarakat oleh pemborong,
“Kami merasa kaget, tiba tiba alat berat masuk ke gunung, dan kendaraan puso pun keluar masuk, kami bertanya-tanya ada apa?, maka kami berembuk dan mendatangi desa, dan dihadiri oleh Kepala Desa Margalaksana, pemborong, dan dari Dinas PU PR Kabupaten Sumedang untuk menjelaskan kepada warga, yang kami inginkan, pemborong yang melakukan sosialisasinya, namun dalam hal ini, kadung terjadi, pelaksanaan pembangunan pun dilaksanakan, dan kami hanya meminta penjelasan saja,” ungkap warga, ketika dikonfirmasi Korsum, Jumat (13/10), di lingkungan gedung Desa margalaksana.
Diwaktu yang sama, dikonfirmasi Korsum Kepala Desa Margalaksana, Andre Y Muchtar, mengatakan, bahwa soal warga mempertanyakan itu wajar, dan ini sebenarnya tidak ada persoalan, namun hanya kesalahpahaman saja, soal sosialisasi sudah dilakukan jauh jauh hari kepada warga bahwa akan segera ada pembangunan jalan.
“Sebelum membangun relokasi untuk korban longsor itu, terlebih dahulu dipersiapkan infrastrukturnya, dan pelebaran jalan pun dilakukan oleh warga, hingga datang bantuan dari BNPB pusat untuk pembangunan jalan kurang lebih 4,6 km. Setelah tadi dijelaskan dan bermusyawarah, warga pun mengerti, dan sekali lagi saya katakan ini hanya kesalahpahaman saja,” tandasnya.
Dikatakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari proyek tersebut, H. Asep Darajat pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumedang bahwa pekerjaan sekarang sudah dilaksanakan baru tahap pemetaan lahan dan persiapan persiapan yang lainnya.
“Anggaran untuk pembangunan jalan Margalaksana ini sepanjang 4,6 km dari jalan protokol sampai kepada gedung Desa Margalaksana anggrannya kurang lebih Rp 12 miliar, dan nanti aspalnya menggunakan aspal hotmix bukan curah dan sebagian jalan pun ada yang di grigit (beton) bagi jalannnya yang tidak stabil, selain itu, tebing tebingnya pun akan dibangun untuk menghindari longsor,” jelasnya.
Pada bulan Oktober ini, kata H. Asep, pembangunan sudah dimulai yang tahap pertama yakni pemetaan jalan, dan kalau untuk penghotmikan paling lama dengan panjang 4,6 km tersebut dua minggu.
“Akses jalan Lebak Huni – Margalaksana ini dibangun selama 90 hari kalender, dan mudah mudahan sesuai apa yang ditargetkan. Yang dilibatkan dalam pembangunan relokasi bencana ini bukan hanya Dinas PUPR saja, untuk pemukimannya oleh Dinas PU Perkim Kabupaten Sumedang dan untuk penataan lingkungannya oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sumedang serta instansi terkait lainnya,” katanya.**[Dady]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar