Disebut Pailit, Bantuan Rp 550 Juta TPS 3R Tomo Dipertanyakan

Tomo, Korsum
Tepatnya tahun anggaran 2016 lalu beberapa KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) yang ada diberbagai kecamatan memperoleh bantuan dari pemerintah pusat salahsatunya yakni di Desa Tomo. Bantuan sebesar Rp 550 juta itu diperuntukan bagi pengadaan alat dan bangunan TPS 3 R (Reduce, Rauce, Recycle) yang dikelola oleh KSM.
Namun, akhir-akhir ini bantuan bagi KSM tersebut dipertanyakan berbagai pihak. Pasalnya menurut sumber yang namanya enggan disebutkan, bahwa TPS 3R tidak beroperasi alias tidak berproduksi lagi. Kuat dugaan hal tersebut karena adanya kesalahan manajemen yang kurang tepat termasuk KSM bentukan baru alias baru dibentuk saat akan menerima bantuan, sehingga mengakibatkan kebangkrutan dan kiranya perlu diaudit oleh orang yang berkopeten.
“Saya menduga ada yang tidak beres dengan sistem manajemen di KSM, maka perlu adanya audit supaya jelas permasalahannya, terutama pertanggungjawaban penggunaan bantuan sebeser 550 juta tersebut. Dikhawatirkan ini akan sia-sia,” jelas sumber, di tempat aktifitasnya, Jumat (17/11).
Sebelumnya, Kepala Desa Tomo, Sahlan, mengakui bahwa TPS 3R terancam bangkrut, sebab  untuk membayar karyawan serta menutupi biaya operasional tidak mencukupi. “Iya sudah tidak berjalan selama beberapa minggu ini, sebab pailit tidak berproduksi lagi dan adapun permasalahannya karena lebih besar pengeluaran daripada pemasukan, sementara dari pemerintahan desa tidak boleh mengeluarkan biaya operasional untuk kegiatan tersebut. Bantuan sebesar 550 juta diperuntukan untuk bangunan, mesin pecacah, mesin penggiling dan lain-lain, sedangkan untuk biaya operasional dan upah karyawan tidak ada,” kata kades di lingkungan Gedung Negara (GN) Sumedang, Rabu (15/11).
Dikatakan Kades, beberapa pengurus KSM sudah mengundurkan diri secara lisan sebab mereka sudah tidak sanggup lagi mengeluarkan dana pribadi. “Ketua dan sebagian pengurus mengundurkan diri secara lisan, karena kadang untuk menutupi biaya operasional menggunakan uang pribadi Ketua, sekertaris, dan bendahara masing-masing dengan harapan nantinya ada bantuan dari pemda Sumedang, tapi ternyata sampai sekarang bantuan tersebut tidak ada,” keluhnya.
Dikonfirmasi Korsum sebelumnya, Kabid Kebersihan pada BLH Kabupaten Sumedang, H. Ayuh Hidayat membantah bahwa TPS 3R Tomo, mengalami kebangkrutan atau pailit. “Masih aktif dan berjalan seperti biasa, informasi kebangkrutan tidak benar sama sekali,” singkatnya, ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Jumat, (10/11).
Ketua KSM TPS 3R Tomo, H. Omon membantah dia mengundurkan diri sebagai ketua, ia mengaku hanya berhenti untuk sementara waktu karena faktor biaya yang tidak memadai, sehinga KSM berhenti dan tidak berproduksi. “Jadi, abdi liren heula teh, margi KSM nombokan terus,” jelasnya, melalui telepon selulernya, Jumat (17/11).
Sementara itu, salahsatu pengelola TPS 3R di daerah lain yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, bahwa meskipun TPS 3R Tomo terancam bangkrut, namun pihak dinas tetap merujuk Tomo sebagai percontohan jika ada tamu tamu dari luar, sementara pihaknya yang benar-benar berjalan tidak dihiraukan. “Mungkin saya kurang dekat dengan orang dinas,” singkatnya.**[F.Arif]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar