Jalan ke Wisata Ciherang Amburadul

 Kota, Korsum
Jalan akses menuju tempat wisata Kampung Ciherang Desa Cijambu Kecamatan Tanjungsari kondisinya makin amburadul, bahkan dihiasi dengan kubangan air yang cukup dalam disetiap badan jalan. Padahal, tempat wisata itu diklaim sebagai destinasi wisata Sumedang Barat terbanyak menarik wisatawan, jika dibanding tempat wisata lain.
Seperti diutarakan Kades Cijambu Kecamatan Tanjungsari, Arifin, di gedung Islamic Centre, Senin kemarin (6/11). Akses jalan kabupaten sepanjang 9,6 kilometer menuju tempat wisata Kampung Ciherang sekitar 70% kondisinya rusak parah. Sebab, kata kades, jalan itu sudah lama tak pernah ada perbaikan.
“Sebagai kades, selaku promosi kepada khalayak bahwa wisata Kampung Ciherang sebagai destinasi wisata Sumedang Barat. Sebab, tempat wisata wilayah barat ini, tidak sebuming tempat wisata Kampung Ciherang karena  paling banyak dikunjungi wisatawan baik dari Sumedang maupun wisatawan luar seperti Tanggerang, Bekasi, Subang dan Karawang,” tuturnya.
Harapan kepada Pemda Sumedang dalam rangka menarik pajak PAD, yang berkerjasama Perum Perhutani dalam pengembangan tempat wisata. Jalan akses menuju tempat wisata ini segera ada perbaikan sesuai MoU itu, yakni Pemda berkewajiban rehabilitasi jalan akses ke tempat wisata.
“Bahkan permintaan kami kepada pemerintah, ada pembinaan UKM yang dijajakan ditempat wisata sebagai oleh-oleh, termasuk rambu lalu lintas atau petunjuk arah menuju wisata itu, karena tak sedikit para pengunjung kalangsu (tersasar) jika berkunjung ke tempat wisata,” tandasnya.
Berdasarkan laporan pengelola wisata, lanjut kades, hasil penjualan tiket sekitar Rp 5 juta perhari dengan harga 10 ribu pertiket. Namun Sabtu naik menjadi Rp 8 juta, bahkan Minggu bisa mencapai Rp 17 juta hingga Rp 20 juta. Desa dapat 5% dari hasil penjualan tiket masuk ABPDesa yang saat ini desa sudah punya kendaraan operasional desa.
Dilansir koran ini di edisi sebelumnya, rusaknya jalan akses menuju tempat wisata Kampung Ciherang diakui Bagian Junior Manager KPH Perhutani Sumedang Yadi Suryadi. Kepada koran ini Yadi menuturkan belum adanya kewajiban Pemda dalam perbaikan jalan kabupaten akses tempat wisata itu.
“Kami berharap jalan akses itu segera ada perbaikan. Sebab, saat ini tempat wisata Kampung Ciherang semakin banyak dikunjungi wisatawan bail lokal maupun wisatawan luar Sumedang,” ujar dia di kantornya, Rabu lalu (27/9).
Masih di koran ini, Kepala Dinas Budpora Agus Sukandar menyebutkan, Pemda memberi ruang kepada Perhutani untuk mengembangkan sejumlah tempat wisata, salah satunya Kampung Wisata Ciherang. Jalan akses ke tempat Wisata itu harus ada pembenahan sesuai MoU antara Pemda dengan Perhutani, tapi sampai saat ini belum dilaksanakan.
Kepala Dinas PUPR, Sujatmoko, mengakui pihaknya akan melakukan pendataan status aset jalan, sehingga tidak salah dalam pengalokasian anggaran rehabilitasi. Termasuk akses jalan menuju tempat wisata Kampung Ciherang yang saat ini Pemda belum melaksanakan kewajibannya.

Namun, kata dia, saat ini masih terkendala soal anggaran, karena APBD nyaris terkuras untuk biaya Pilkada. “Adanya biaya untuk pilkada itu, banyak berpengaruh terhadap kegiatan SPKD, bahkan banyak kegiatan yang ditangguhkan,” katanya.**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar