Kades Sebut Banjir Cibawang Rugi 850 Juta

 Rancakalong, Korsum
Banjir Cibawang Desa Sukasirnarasa Kecamatan Rancakalong diduga akibat human error berdampak musibah alam. Menurut Kades Sukasirnarasa, Undang Nuryadin, akibat banjir Cibawang menuntut kerugian berdasarkan perhitungan sementara sekitar Rp 850 juta.
“Keruguian 33 warga Dusun Cibawang merupakan konpensasi 5 hektar hasil pertanian dan satu bangunan rumah, pabrik penggiling padi (Heler) dan beberapa saung akibat terandam banjir dengan ketinggian air rata-rata 1 meter lebih,” jelas kades, saat ditemui koran ini, di ruang kerjanya, Rabu (22/11).
Penyebab banjir itu, lanjut dia, akibat bergesernya CRV atau gorong-gorong ke 13 pada Disposal Blok Cigoong  milik PT. Natarusita Suba (Subkon PT. Siang Hai). Tanah Disposal itu menyumbat masuknya air ke gorong-gorog sehingga berdampak terjadi banjir ke area pesawahan dan rumah warga Dusun Cibawang Loa.
Saat ini, belum ada bantuan pihak pemerintah adanya bencana banjir itu. Namun Disposal Blok Cigoong dan Blok Cikurai memiliki ijin resmi, baik ijin prinsif maupun ijin lokasi, termasuk ijin peruntukan tanah yang dikeluarkan  Pemda Sumedang tahun 2013 ditandatangani Bupati Ade Irawan.   
“Banjir itu bisa disebut musibah alam. Sebab, pergeseran gorong-gorong berdiamenter 1,5 meter, panjang 2,2 meter tak mungkin bisa diangkat manusia. Namun geseran gorong-gorong itu akibat adanya bergerakan tanah labil yang tidak maksimal memuat gorong-gorong ditumpuk tanah Disposal setinggi 30 meter,” ungkapnya.
Banjir itu juga diduga ada unsur kecorobohan berakibat musibah. Diintruksikan speknya gorong-gorong tidak diganti pipa Paralon. Namun penempatan gorong-gorong tak memperhitungkan kestabilan tanah. Akibatnya, gorong-gorong bergeser akibat tanah labil, maka dipastikan terjadi retak dan pecah kontruksi gorong-gorong membuat celah masuknya tanah.
“Kerugian warga OTD banjir sudah difasilitasi melalui delegasi masyarakat yang sementara ini sudah mengarah kepada pihak yang lebih bertanggungjawab. Apakah kepada pemilik PT atau Menkon atau juga pihak PU,” sebutnya.
Namun jika menurut perijinan, lanjutnya, pihak yang paling bertanggungjawab atas banjir itu salah satunya pemegang ijin, yakni Menkon (PT. Siang Hai) karena Siang Hai dalam menerima pekerjaan itu sebelum lepas kontrak. Atau bisa juga yang bertanggungjawab pihak Satker karena proyek Tol ini merupakan proyek nasional.
“Saat ini masih belum bisa menunjuk pihak mana yang akan dituntut karena masih  proses penyelidikan pihak berwajib, sehingga nantinya tidak salah sasaran dalam mununtut kerugian warga. Namun yang jelas,  selaku kades sudah berupaya untuk memediasi kerugian akibat banjir itu, “tuturnya.
Disebutkan, cara efektif dalam penanganan banjir itu disedot dengan menggunakan beberapa mesin pompa air. Sebab, jika air banjir  itu langsung dibedah, maka akan timbulkan masalah baru yakni mengancam warga Dusun Renggong Desa Cijeruk Kecamatan Pamulihan.

Pantauan Korsum di lokasi banjir, Rabu (22/11), banjir Cibawang ramai jadi tontonan warga, bahkan para PKL pun ikut meramaikan. “Bupati tinjau lokasi banjir, hanya keliling paparahuan. Begitu juga dengan dewan hanya rarakitan disagara penderitaan masyarakat,” demikian celoteh para warga.**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar