Kasus Guru Sebagai Penadah Mobil, Jaksa Dituduh Terima Suap

Kota, Korsum
Setelah pelimpahan berkas perkara dari Polres Sumedang ke Kejaksaan Negeri Sumedang terkait dengan empat orang guru yang sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penggelapan atau penadah empat mobil, salah satunya berupa mobil mewah. Keempat tersangka guru tersebut diantaranya, ES memberikan uang Rp 5 juta, LS Rp 3 juta serta MG Rp 5 juta dan S Rp 4 juta kepada Kepala Seksi Pidana Umum pada Kejaksaan Sumedang, Eka Parinding, dengan maksud agar terbebas dari jeratan hukuman sesuai pasal 480 KUHP tentang penadah atau pertolongan jahat.
LS memberikan uang suap tersebut atas perintah Kepala Sekolah SMAN 1 Sumedang dan mengatakan bahwa dirinya sudah memberikan uang Rp 3 juta kepada jaksa atas perintah kepala sekolah dan ia tidak akan memberikan uang lagi, seperti pengakuan LS, seperti dilansir di media online MetroMediaNews.com.
Dikonfirmasi Korsum, Kamis (16/11), Kepala Sekolah SMAN 1 Sumedang, Yosep membantah dirinya menyarankan LS untuk memberikan uang kepada jaksa tersebut, bahkan pengakuannya  sangat tidak etis kalau kepala sekolah menyarankan untuk memberikan uang.
“Saya hanya menyarankan kepada rekan rekan, kalau bisa memakai pengacara, kalau pakai pengacara otomatis kan ada jasa, hanya itu yang saya katakan. Sekali saya katakan, saya tidak menyarankan untuk memberikan uang kepada rekan rekan, saya mengetahui bahwa saya memerintahkan untuk memberikan uang kepada jaksa dari pemberitaan media online yang diberitahu oleh rekan wartawan dan setelah saya baca, jelas saya kaget,” jelas Kepala SMAN 1 Sumedang, saat dikonfirmasi Korsum, saat beranjak pulang beraktivitas.
Dikonfirmasi Korsum, Jumat (17/11), Kepala Seksi Intelejen pada Kejaksaan Negeri Sumedang, Sofian Hadi menjelaskan, bahwa pihaknya telah mendengar atas pemberitaan dari media online tersebut soal kasus suap kepada jaksa, pihaknya akan menelusuri sejauhmana kebenarannya.
“Kami akan menelusuri sejauhmana letak kebenaran pemberitaan tersebut. Kalaupun memang terbukti ada jaksa yang nakal, maka jaksa tersebut akan ditindak dan kalaupun hal tersebut ternyata tidak benar, maka itu pencemaran nama baik dan nanti yang akan melaporkannya adalah pak Eka nya,” ungkapnya, di ruang kerjanya.
Sofian Hadi menjelaskan, alasan pihaknya tidak menahan empat guru tersebut hasil dari pertimbangan pertimbangan, karena pelaku adalah guru aktif kebijakan dari pimpinan untuk tidak menahannya, sebab kegiatan belajar mengajar otomatis akan tersendat.**[Dady]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar