KM 0 Pro Poor Bappppeda Percepat Ratifikasi Data Kemiskinan Di Sumedang

 Kota, Korsum
Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappppeda) Kabupaten Sumedang menurunkan 122 orang petugas yang terdiri dari 96 orang tenaga surveyor dan 26 tenaga verifikator guna mendata Kepala Rumah Tangga Sasaran (KRTS) yang masuk kategori miskin di wilayah Kabupaten Sumedang.
 “Hingga saat ini, pelaksanaan pendataan masih terus berjalan dan telah mencapai lebih dari 12.503 KRTS dari total 69.512 KRTS yang harus didata,” kata Kepala Bappppeda Kabupaten Sumedang, H. Sanusi Mawi usai Sosialisasi Kegiatan Pro Poor KM 0 Planning dan Budgeting (P3B), Rabu (15/11) di Gedung Negara.
Menurut Sanusi, pendataan KRTS yang masuk kategori miskin tersebut merupakan salah satu kegiatan inovasi dari pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai upaya untuk meratifikasi data kemiskinan yang lebih valid, sehingga berbagai kegiatan dan program yang membidik penanggulangan kemiskinan dapat lebih terarah.
“Salah satu bentuk terbaru dari pola pendataan kemiskinan yang dilakukan dalam pendataan adalah dengan menggunakan teknologi, yaitu menjadikan handphone yang tersambung ke internet sebagai alat pendataan dan langsung masuk kedalam sistem data yang terpadu di Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujar Sanusi.
Pola pendataan dengan cara online seperti ini, lanjutnya, dapat meminimalisir kesalahan pendataan dan mengurangi kemungkinan ketidakobyektifan dalam mendata KRTS.
"Kecuali itu, dengan menggunakan sistem IT, setiap pihak yang berkepentingan, baik itu rumah sakit, dinas sosial, kecamatan dan kepala desa/lurah, dapat mengakses keberadaan rumah tangga yang masuk dalam kategori miskin di masing masing wilayah kerjanya dengan lebih cepat," tandas Sanusi.
Sementara Bupati Eka Setiawan mengatakan, angka kemiskinan di Kabupaten Sumedang selama lima tahun berturut-turut, meski menunjukan penurunan tetapi dinilai masih relatif tinggi. Pasalnya, pencapaian angka kemiskinan Sumedang berada diposisi 10,57 dan lebih tinggi daripada angka kemiskinan di Jawa Barat yang berada pada posisi 8,91.
“Angka kemiskinan merupakan salah satu indikator kinerja daerah terhadap capaian penyelenggaraan urusan pemerintah Kabupaten Sumedang tahun 2014-2018, dimana pada tahun tersebut angka kemiskinan ditargetkan menurun sampai angka 9,32,’’ katanya.
Disebutkan, pada tahun 2015 yang lalu, Sumedang memiliki 96.942 Rumah Tangga Miskin atau 288.015 jiwa. Angka tersebut diperoleh dari data kemiskinan atau basis data terpadu 2015 yang tertuang dalam aplikasi kilometer nol (KM 0).
‘’Dalam perjalanan waktu dari tahun 2015 ke penghujung tahun 2017, pasti akan terjadi perubahan kondisi masyarakat Kabupaten Sumedang. Ini dapat terlihat dari berbagai macam indikator pembangunan yang ada di Sumedang, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Indeks gini yang meningkat dari 0,35 menjadi 0,37, angka rata-rata lama sekolah, angka pengangguran yang meningkat serta indkator-indikator yang lainnya yang  dapat memungkinkan basis data terpadu 2015 menjadi tidak akurat lagi,” ujarnya.
Eka menjelaskan, basis data  kemiskinan yang aktual, akurat dan faktual dapat dijadikan sebagai basis data penanggulangan kemiskinan yang ada di Sumedang.
”Semoga dengan adanya pemuktahiran basis data terpadu 2015 yang sedang dilaksanakan oleh Bappppeda dengan cara survey langsung kepada rumah tangga sasaran, dapat menjadikan Kabupaten Sumedang memiliki data kemiskinan yang terupdate dan juga dapat menjadi langkah awal dalam menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Sumedang,”tandasnya.
Di tempat terpisah, Kabid Litbang, Mulyani Toyibah menyebutkan, hingga tanggal 15 November ini, KRTS yang telah disurvey sampai Desil (kelompok tingkat kemiskinan) 3 sebanyak 13.458 KRTS dari total KRTS hingga Desil 3 sejumlah 69.194 KRTS.
“Selain tercepat dalam pelaksanaan surveynya, Sumedang juga merupakan satu-satunya kabupaten melaksanakan perekrutan tenaga surveyor dan verifikator secara terbuka melalui serangkaian seleksi yang meliputi seleksi administrasi, seleksi tertulis serta seleksi wawancara,” ujarnya, Kamis (16/11) di kantornya.

Menurut Mulyani, laju pertumbuhan ekonomi, ratio gini, dan pengangguran sangat mempengaruhi tingkat kemiskinan di Kabupaten Sumedang.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar