Kondisi Eksisting Berubah Perda RTRW Sumedang Harus Direvisi

Kota, Korsum
Lantaran sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi eksisting Kabupaten Sumedang terkini, maka perlu dilakukan revisi Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sumedang Tahun 2011-2031. Kriteria dan tata cara peninjauan kembali tata ruang yang tercantum pada pasal 81 dan 82 dalam Peraturan Daerah nomor 15 tahun 2010.
“Peninjauan kembali rencana tata ruang dilakukan satu kali dalam 5 tahun atau bisa lebih dari satu kali apabila terjadi bencana alam yang besar, perubahan batas teritorial negara, serta perubahan batas wilayah daerah,” terang Kasubid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah pada Bappppeda Sumedang, Tomi, Rabu (8/11).
Menurutnya, dari hasil Peninjauam Kembali, Perda RTRW Sumedang tersebut sudah waktunya untuk direvisi karena Kabupaten Sumedang sudah menginjak tahun ke 4 dan ke 5.
“Revisi dilakukan karena adanya faktor eksternal dan faktor internal, antara lain pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus pariwisata di Waduk Jatigede, pembangunan jalan tol Cisumdawu, pengembangan pusat kegiatan kawasan perkotaan di kawasan Sumedang, Cimalaka, Ujungjaya dan Tomo, serta pengembangan kawasan industri dan pengembangan jalan kabupaten,” ujarnya.
Dikatakan, dari hasil revisi muatan RTRW Kabupaten Sumedang, jumlah desa yang semula 276  desa dan 7 kelurahan setelah direvisi menjadi 270 desa dan 7 kelurahan, rencana sistem perkotaan yang awalnya Pusat Kegiatan Lokal (PKL) menjadi Pusat Kegiatan Wilayah (PKW), Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) menjadi Pusat Kegiatan Lokal (PKL), Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) menjadi Pusat Pelayanan Kawasan (PPK), dan Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) menjadi Pusat Kegiatan Lokal (PKL).
“Dibangunnya jalan tol Cisumdawu yang menghubungkan jalur transportasi nasional di antara dua pusat kegiatan nasional, yaitu Bandung dan Cirebon serta Bandara Internasional Jawa Barat, Kabupaten Sumedang memiliki daya dukung lingkungan yang strategis dan dapat diandalkan untuk pengembangan wilayah,” jelas Tomi.
Sementara Sekretaris Daerah, H. Zaenal Alimin mengatakan, tujuan RTRW Kabupaten Sumedang tahun 2011-2031, yaitu mewujudkan Sumedang sebagai Kabupaten Agribisnis yang didukung oleh kepariwisataan, pendidikan, perkotaan, dan perindustrian secara efektif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Kabupaten Sumedang memiliki pontesi Agribisnis dari Ubi Cilembu, Sawo Sukatali, Jagung Cibugel, Salak Bongkok, Tembakau Mole Sukasari. Dari potensi pariwisata, adanya wisata alam, wisata buatan, minat khusus, dan budaya. Kemudian dari potensi pendidikan, yaitu Kawasan Pendidikan Jatinangor, UNSAP dan UPI.

“Jadi, penataan RTRW sangat menentukan masa depan Kabupaten Sumedang untuk lebih maju lagi,” pungkas Zaenal.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar