KPU Sumedang Identifikasi Anggota Parpol Bodong

 Kota, Korsum
Adanya anggota parpol bodong, diduga akibat Partai Politik (Parpol) lalai dan tergesa gesa dalam melakukan perekrutan anggota, tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada calon anggota. Adanya anggota parpol bodong tersebut berhasil di identifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang.
Sehingga dengan kelalaian tersebut, berdampak fatal, pasalnya semakin banyak ditemukan anggota yang bodong, maka akan berdampak terhadap berkurangnya jumlah minimal anggota parpol sebagai salah satu syarat pendaftaran parpol untuk mengikuti Pemilu. Selain berdampak ke, dengan ditemukannya anggota bodong tersebut, berdampak juga terhadap orang yang identitasnya di pakai untuk memenuhi persyaratan anggota parpol. Khususnya bagi mereka yang turut serta mendaftar untuk menjadi panitia pemilu baik di tingkat kecamatan maupun desa.
Dengan banyaknya ditemukan anggota parpol yang bodong tersebut atau tanpa sepengetahuan pemilik identitas, sangat disesalkan oleh KPUD Sumedang.
"Adanya Anggota Parpol yang bodong tersebut Kami dapat dari hasil  penelitian administrasi pada Sipol, yang berdasarkan data yang diserahkan parpol ke KPU untuk pendaftaran. Kemudian kami lakukan identifikasi kegandaan anggota parpol eksternal (terdaftar di lebih satu parpol). Itu ternyata, ketika di verifikasi kelapangan banyak warga yang tidak merasa jadi anggota parpol," ungkap Komisioner KPUD Sumedang, Divisi Hukum, Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat, Elsya Tri Ahaddini. Jumat (10/11)
Dari hasil identifikasi tersebut, lanjut Elsya, ditemukan sekitar 28 orang anggota PPS yang terpilih yang terdata di Sipol sebagai anggota parpol dan  orang tersebut sudah dipanggil guna dilakukan klarifikasi oleh KPU. "Dampaknya tentu akan mengurangi jumlah anggota parpol yang diserahkan ke KPU. Sehingga Parpol tersebut harus melengkapi kembali. Apabila kurang dari jumlah minimal yaitu 1000 anggota," jelasnya.
Selain itu Elsya juga mengatakan, ada lagi hal menarik yang terjadi dilapangan, terdapat beberapa anggota parpol dari profesi yang justru tidak diperbolehkan masuk kedalam politik praktis.
"Setelah dilakukan penelusuran, kami menemukan ada dari anggota kepolisian,  kepala desa dan PNS yang terdata sebagai anggota parpol. Kan secara aturan itu jelas tidak boleh. Ya setelah dikonfirmasi, mereka merasa kaget karena tidak merasa ikut dalam parpol," pungkasnya.
Sementara itu salah seorang anggota PPS terpilih dari Kecamatan Situraja, Pepen Supena, yang identitasnya ditemukan sebagai anggota Parpol. Sehingga mengakibatkan kepesertaanya di PPS hampir tercoret. Mengaku bingung dan tentunya kaget identitasnya ditemukan KPU sebagai anggota salahsatu anggota Parpol. "Jelas saja saya kaget dan bingung kok identitasnya  masuk sebagai anggota partai. Sebab, saya tidak merasa ikut kepengurusan parpol dari dulu," katanya saat melakukan klarifikasi permasalahan di KPUD Sumedang, Jumat (10/11).

Pepen juga mengaku bahwa, dirinya berprofesi sebagai tukang ojek di wilayah kecamatan Situraja. Dan merasa kaget dirinya yang lulus jadi anggota PPS dipanggil oleh KPU  karena adanya permasalahan tersebut. "Saya kaget kenapa bisa seperti itu, dan akhirnya saya lngsung lakukan klarifikasi ke divisi hukum KPU," ucapnya **[Acep Shandy]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar