Lahan SDN Cijolang Digugat

Tanjungsari, Korsum
Tahun 1975 lahan seluas 83 bata telah diwakafkan kepada pihak sekolah, sehingga pihak sekolah SDN Cijolang pun mendirikan bangunan sekolah untuk kepentingan dunia pendidikan di Desa Margaluyu Kecamatan Tanjungsari, namun lahan yang diwakafkan tersebut hanya sebatas lisan saja, sehingga pada tahun 2002 SDN Cijolang pun memproses keabsahan wakaf tersebut secara tertulis, sehingga terbitlah surat wakaf dari KUA pada tahun 2002 itu.
Namun kini, pihak ahli waris menggugat kembali atas tanah wakaf tersebut, menginginkan kembali lahan seluas 83 bata itu yang sekarang sudah berdiri di atas tanah wakaf tersebut bangunan sekolah.
Dikonfirmasi Korsum, Kamis (9/11), salah seorang guru di SDN Cijolang mengatakan, bahwa pihaknya tidak tahu secara mendetail, dan hal itu bukan kapasitasnya untuk bicara, malinkan kepala sekolah. Namun, Ibu Kepala Sekolah SDN Cijolang sedang tidak ada, yang lebih tahu persoalan ini yakni Kepala Desa Margaluyu.
“Persoalan gugatan lahan sekolah SDN Cijolang tersebut, kami tidak mengetahui, silahkan saja tanyakan langsung ke Kepala Desa Margaluyu, karena bu kades mengetahui persoalan tersebut, namun untuk konfirmasi ke Kepala Sekolah SDN Cijolang bu Kepsek sedang keluar,” ujarnya.
Dikonfirmasi Korsum, Kamis (9/11), Kepala Desa Margaluyu Kecamatan Tanjungsari, Nunung Kurnia Nengsih, membenarkan, bahwa ahli waris telah menggugat ke Pengadilan Agama Sumedang terkait dengan tanah wakaf yang sekarang sudah dipakai oleh SDN Cijolang, dan pemberian wakaf tersebut pada tahun 1975.
“Kami dari desa, pernah memang memediasi kedua belah pihak, namun mediasi tidak selesai, yang akhirnya dari ahli waris melanjutkan gugatannya ke Pengadilan Agama terkait dengan  tanah wakaf yang sudah diberikan ke pihak sekolah. Sebenarnya, pihak SDN Cijolang tersebut, sudah membuat surat wakaf pada tahun 2002 di KUA Tanjungsari untuk mengabsahkan kepemilikan lahan tersebut,” jelas Kepala Desa Margaluyu, ketika di ruang kerjanya.
Namun, kami, kata Nunung, sebenarnya tidak ada kapasitas dalam hal ini, hanya karena kejadian perkara di lingkungan Pemerintahan Desa Margaluyu otomatis pihaknya pun setidaknya harus mengetahui meski tidak ada kapasitas hanya sebatas memediasi saja.
“Awal mulanya tidak ada persoalan dengan tanah yang sudah di wakafkan, namun entah kenapa, menurut informasi yang kami dengar. Bahwa ahli waris menggugat karena lahan SDN Cijolang tersebut akan diambil oleh pihak tol, karena posisi SDN Cijolang masuk kedalam zona pembebasan jalan tol, lalu di taksir harga oleh apraisal muncullah angka Rp 3 miliar lebih, hitungan tersebut oleh apraisal tanah dan bangunan, kalau tanahnya dihargai kurang lebih hanya Rp 500 jutaan selebihnya harga bangunan sekolah,” jelas Nunung.
Masih kata Nunung, pembebasan jalan tol itu kalau tidak salah pada tahun 2015 berprosesnya hingga sekarang belum selesai, karena akan dibebaskan lahan SDN Cijolang, entah ada angin apa, ahli waris menggugat atas tanah yang sudah diwakafkan. Dan yang kami dengar bahwa persoaln gugatan lahan SDN Cijolang sudah bergulir di Pengadilan Agama Sumedang,” terangnya.
Ditemui Korsum, Jumat (10/11), Humas Pengadilan Agama, Juju Herlina, membenarkan bahwa sudah terdaftar di Pengadilan Agama dengan nomor perkara 2167 terkait dengan gugatan tanah wakaf SDN Cijolang di Desa Margaluyu Kecamatan Tanjungsari.
“Sebenarnya persoalan ini sudah menjadi ranahnya majelis hakim dan materi persidangan tidak bisa kami jelaskan, jadi kami tidak bisa memberikan informasi yang lebih terinci, namun untuk informasi bahwa perkara tersebut, memang sudah terdaftar di Pengadilan Agama dengan nomor perkara 2167. Bahkan, sidangnya pun sudah memasuki sidang ke tujuh kali, terdaftar pada tanggal 27 Juli 2017 dengan penggugatnya Isum, Efi dan Sofia,” katanya.

Sementara, Korsum masih belum bisa menghubungi pihak penggugat dari ahli waris dengan persoalan sengketa tanah wakaf tersebut.**[Dady]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar