Pemda Minta PDAM Berkoordinasi

Kota, Korsum
PDAM diminta koordinasi dengan Pemda soal rencana pengembangan sumber mata air. Sering terjadi penolakan warga terhadap beberapa rencana PDAM di sejumlah wilayah, akibat minimnya koordinasi dengan Pemda termasuk minimnya sosialisasi kepada masyarakat atas rencana tersebut.
Seperti baru-baru ini, kata Kabag Ekonomi Setda Sumedang, Deni Tanrus, penolakan warga terjadi di Dusun Pasirpadang Desa Sirnasari Kecamatan Jatinunggal. Minimnya koordinasi dan sosialisasi atas rencana PDAM pemboran sumur dalam, maka muncul opini miring atas rencana PDAM itu. 
“Dengan adanya penolakan warga itu, kami lakukan evaluasi dan hasilnya akan disampaikan ke PDAM. Bahkan Pemda akan membentuk tim sosialisasi yang tak hanya  membawa tim ahli tapi juga akan melibatkan beberapa instansi terkait seperti Dinas PUPR dan BLH untuk menganalisis dampak lingkungannya,” tandas Deni, di ruang kerjanya, Rabu (25/10).
Hasil kajian itu, lanjutnya, akan disampaikan kepada masyarakat  secara sosialisasi. Bahkan sudah melakukan pembinaan seluruh cabang PDAM sehingga beberapa data sudah ditemukan termasuk beberapa solusi yang akan dilakukan dan  ditindaklanjuti.
“Jika muncul persoalan seperti itu, dianggap wajar jika tidak ada sosialisasi tapi harus dijadikan bahan pengambil kebijakan untuk ditetapkan PDAM agar melakukan sosialisasi. Karena secara teknis, lingkungannya seperti apa, kemudian analisa dampaknya dan konvensasinya seperti apa kepada masyarakat,” tuturnya.
Hal sama dikatakan Plt Asisten Pembangunan setda Sumedang, H. Amim. Bahwa penolakan warga Pasirpadang terhadap rencana PDAM pemboran sumur dalam, akibat tidak minim sosialisasi. Bahkan pernah terjadi penolakan yang sama akibat tidak sosialisasi, seperti pernah terjadi di Desa Jatihurip dan di Cimalaka.
Pengalaman itu tidak boleh terulang lagi dimasa mendatang, bahkan harus dijadikan bahan evaluasi guna cari solusi. Bahkan lanjutnya, dengan sosiliasasi itu merupakan interaksi antara masyarakat dengan PDAM termasuk menjelaskan berbagai kekhawatiran terhadap dampaknya.
“Tujuan PDAM baik, bentuk upaya memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih, karena PDAM punya tugas berat yakni target secara universal  ditahun 2019 harus 100% semua masyarakat terlayani kebutuhan air sehingga perlu dukungan semua pihak untuk mencapai target itu,” tutur H. Amim, di ruang kerjanya, Rabu (25/10).
Ditempat terpisah, Kabag Humas PDAM, Uus Rusli, saat dihubungi via Hp-nya membenarkan adanya penolakan warga atas rencana pembuatan sumur Bor. Bahkan kata dia, rencana pemboran sumur dalam di wilayah itu ada dua titik, tapi yang satu titik ditolak warga sementara satu titik lagi diterima warga.
“Sosialisasi itu dilakukan cabang PDAM karena sumur bor itu hanya untuk uji kompentensi saja. Jika airnya bagus dan layak, maka akan melakukan kordinasi dengan Pemda untuk menggelar sosialisasi  kepada masyarakat,” katanya, Jumat (27/10).
Kades Sirnasari Kecamatan Jatinunggal, Momo Adi Suganda, membenarkan, adanya penolakan warga Dusun Pasirpadang terhadap rencana PDAM yang akan melakukan kegiatan pemboran sumur dalam diwilayah itu, meskipun lahan yang dipergunakan  milik PDAM.
“Penolakan itu tertuang dalam berita acara yang ditandatangi semua warga. Alasanya,  pertama menyalahi peruntukan lahan yang rencana awal bahwa PDAM akan membangun perumahan, namun belakangan lahan itu akan di Bor sumur Artesis,” kata kades, saat dihubungi via Hp-nya, Rabu (25/10).

Disamping itu, lanjutnya, warga khawatir warga  jika wilayahnya ada sumur Bor yang dipastikan lahan pesawahan menjadi kering, termasuk sumur sebagai sumber milik warga akan tersedot oleh sumur dalam milik PDAM.**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar