Sky Land Ijinnya Dipertanyakan, Abah Jip : Awal Sosialisasi ke Warga Akan Dibangun Rusunawa Bukan Hotel

Kota, Korsum
Seperti diberitakan dikoran ini sebelumnya, bahwa ijin Sky Land dipertanyakan. Pasalnya, ijin tersebut berubah dari Rusunawa menjadi Apartemen dan setelah itu ditambah hotel, juga statement dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumedang bahwa pihaknya belum mengeluarkan IMB terhadap Sky Land meski sudah dimohonkan oleh yang bersangkutan, karena ada beberapa persyaratan yang belum ditempuh, yakni Daptar Tanda Usaha Parawisata (DTUP) dari Disbudparpora Kabupaten Sumedang.
Menanggapi hal itu, salah seorang yang mengetahui awal pembangunan Sky Land, Abah Jip mengaku bahwa dirinya sangat mengetahui asal muasal pasca dibangun Sky Land, karena dirinya mengikuti sejak dari awal sosialisasi kepada masyarakat hingga ke tahap proses perijinan.
“Sebelum di bangun Sky Land itu, memang telah dilakukan oleh pihak pengusaha untuk sosialisasi kepada masyarakat, katanya akan dibangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) artinya Rusunawa adalah hunian bertingkat kelas bawah sangat berbeda dengan apartemen. Karena untuk Rusunawa maka masyarakat pun mengijinkan atas rencana pengusaha didalam sosialisasinya, namun sekarang jadi berbeda?,” sebutnya, kepada Korsum, Rabu (1/11).
Kenapa sekarang menjadi Apartemen?, tanya Abah Jip, karena bersembunyi di Rusunawa termasuk yang sekarang ditambah hotel, sehingga terkesan seenaknya saja. Bahkan, Abah Jip mempertanyakan pengawasan pemerintahan.
“Berdalih akan dibangun Rusunawa, pada kenyataannya dibangun apartemen dan hotel, karena dengan alasan Rusunawa akan dibangun otomatis perijinannya pun akan mudah karena jelas peruntukannya. Rusunawa kan sudah jelas disubsidi oleh pemerintah, lalu sekarang berahli fungsi, mana pengawasan dari pemerintah khususnya Dinas Perijinan dan Penegak Perda, yakni Sat Pol PP Kabupaten sumedang?,” tanyanya.
Lebih jauh Abah jip menegaskan, jelas berbeda cara penghitungan ijinnya, Runusawa itu diperuntukan bagi orang yang menengah ke bawah, dan dirinya (Abah jip) hadir didalam sosialisasi oleh pengusaha ditengah warga.
Pada sosialisasi oleh pengusaha tersebut akan dibangun Rusunawa di Jatinangor, beda dengan sekarang, bahwa Jatinangor itu Jati ka silih ku junti, masyarakat jatinangorna mah euweuh nu bogaeun, jadi malah masyarakat setempatna nu jadi pagawe Rusun jeung apartemen. Sekali lagi saya katakan, pengembang bersembunyi di Rusunawa karena ijin Rusunawa itu ringan dan mudah, lalu bagaimana dengan sekarang?, apakah mau menonton saja untuk Pemerintahan Daerah yang jelas jelas pelanggaran sudah Rusunawa menjadi apartemen ditambah hotel,” jelasnya.
Dikonfirmasi Korsum, Rabu (1/11), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang, H. Asep Sudrajat mengatakan, bahwa pihaknya setelah mendengar dan mengetahui soal Sky Land akan segera memerintahkan anggotanya beserta dengan penyidik Sat Pol PP Kabupaten Sumedang untuk turun ke lapangan mngecek dan memeriksa sejauhmana proses ijinnya.
“Secara kebetulan, kami sekarang mempunyai program kerja tiga bulan dalam hal Penegakan Peraturan Daerah (Perda) dengan kondisi anggaran yang memprihatinkan. Meski demikian, penegakan perda harus tetap dilaksanakan, maka dari itu, besok saya akan memerintahkan anggota dan penyidik untuk mengecek dan memeriksa sejauhmana proses ijinnya yang ditempuh. Kalau memang itu penyalahgunaan ijin, kami akan tutup selama ijinnya belum diperbaiki atau diproses kembali,” tegasnya, di ruang kerjanya.
Hal sama disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Parawisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumedang, H. Agus Sukandar, bahwa pihaknya hingga saat ini belum mengeluarkan Tanda Daptar Usaha Parawisata (TDUP), karena menyangkut dengan hotel otomatis secara aturan TDUP harus ditempuh oleh pihak ketiga.

“Hingga saat ini, kami belum mengeluarkan TDUP, karena belum ada pengajuan dari pihak ketiga dalam hal ini pengembang,” singkatnya, saat dikonfirmasi Korsum, Jumat (3/11), di ruang kerjanya.**[Dady]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar