Taman Endog Dijadikan Gedung Parkir Berpotensi PAD

Kota, Korsum
Semrawutnya Jalan Mayor Abdul Rahman di seputaran taman endog seringkali mengakibatkan kemacetan, salahsatu penyebab yang paling dominan akibat bahu jalan protokol dijadikan parkir, karena toko toko yang berjejer tidak menyediakan lahan parkir, baik untuk roda apalagi roda empat. Angka pertahun kenaikan kendaraan khususnya sepeda motor sangat signifikan, sementara sarana jalan masih belum berubah.
Atas hal tersebut, wajar saja, kalau kemacetan sering terjadi, apalagi lima tahun yang akan datang dipastikan akan sulit bergerak di jam jam tertentu. Belum lagi persoalan pasar sandang nantinya akan lebih tidak terkontrol baik PKL maupun parkir liar akan tumbuh kembali. Atas dasar itu, tinggal keberanian Pemkab Sumedang, untuk merubah taman endog menjadi bangunan yang layak hingga beberapa lantai untuk lahan parkir.
“Untuk menjawab kemacetan di ruas ruas jalan perkotaan, tidak dipungkiri kapasitas jalan itu sekarang sudah tidak bisa di akomodir laju harian rata-rata kendaraan yang melintas di wilayah perkotaan terutama di pusat pusat perdagangan. Salah satunya di seputaran Taman Endog, seputaran jalan 11 April sehingga menimbulkan hambatan laju harian kendaraan, terjadinya parkir parkir yang tidak pada tempatnya,” ungkap Kepala Seksi Parkir, Gungun Nugraha, didampingi Kepala Bidang Pengawasan Pengendalian Lalu Lintas dan Parkir pada Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang, Didi Supardi, saat dikonfirmasi Korsum, Rabu (8/11), di ruang kerjanya.
 Di seputaran taman Endog, kata Gungun, itu jelas jelas kawasan tertib lalu lintas meski sudah dipasang rambu rambu dilarang berhenti dan dilarang parkir, tapi kenyataannya malah dijadikan lahan parkir. Untuk menjawab persoalan kemacetan dan apalagi akan diresmikan pasar PPKS tersebut Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang sudah memberikan masukan ketika revisi perda rencana umum tata ruang.
“Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang mengusulkan bahwa alih fungsi lahan Taman Endog menjadi satuan lahan parkir, tujuan kami ini sebenarnya ingin mengurai kemacetan lalu lintas. Dan tidak dipungkiri kalau hal parkir tidak pada tempatnya, maka akan terjadi masalah ketertiban umum. Selain itu juga kenaikan angka kendaraan pertahunnya sudah tidak bisa dikendalikan lagi, otomatis berdampak kepada kemacetan, kemacetan pun pertahunnya akan terus meningkat, kalau saat ini belum juga bertindak untuk Pemkab Sumedang, maka kota akan semakin semrawut,” jelasnya.
 Gungun menyebutkan, Luas lahan Taman Endog kurang lebih 2500 m2, dan kalaupun dibangun untuk gedung parkir dengan tetap mengindahkan hijaunya hingga beberapa tingkat, maka diyakini, tidak akan ada lagi parkir liar dan persoalan parkir akan lebih terakomodir sehingga pendapatan PAD pun akan meningkat, kondisi jalan pun akan lebih tertib.
Dikonfirmasi Korsum, Jumat (10/11), Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sumedang, Dadang Rohmawan mengapresiasi dengan usulan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang terkait dengan Taman Endog akan dijadikan lahan parkir, lalu di-MoU-kan dengan pihak ketiga, mengingat anggaran untuk membangun gedung parkir tersebut sangatlah besar.
“Kami mendukung dan mengapresiasi atas ajuan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang bahwa ada satu lahan yaitu Taman Endog akan dijadikan sarana dan dibangun gedung parkir. Mengingat hal tersebut akan mengantisipasi kendaraan dari kemacetan dan semakin meningkatnya kendaraan baik roda dua atupun roda empat,” jelas Dadang.
Selain itu, kata Dadang, sebelum direalisasikan program tersebut, maka RUTRnya dalam Perda harus direvisi dulu, mengingat dalam RUTR tersebut adalah zona hijau. Dan hal ini belum bisa dilakukan sekarang, karena proses revisi Perdanya terlebih dahulu.

“Intinya kami mengapresiasi atas ajuan program dari Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang, dan hal tersebut  tinggal mencari investornya yang bersedia  untuk diajak kerja sama dengan Pemerintahan Daerah Kabupaten Sumedang. Apakah didalam kontrak MoU-nya 15 tahun atau lebih, setelah habis kontrak atau MoU, maka akan menjadi aset Pemerintahan Daerah Kabupaten Sumedang,” ujarnya.**[Dady]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar