Tiga tahun Masih Seperti Bayi, Bilqis Idap Penyakit Otak Butuh Bantuan Perawatan

 Kota, Korsum
Bilqis Aprilia Maura, balita berusia 3 tahun yang mengidap suatu penyakit yang menyerang otaknya, sangat membutuhkan perawatan yang serius. Namun karena orang tuanya termasuk keluarga kurang mampu, bantuan dan perhatian dari pemerintah sangat diharapkan.
Hal itu dikatakan orang tua balita malang tersebut, Dadan Priatna (29) dan Anis Aprilia (25) saat ditemui di kamar kontrakannya, di Lingkungan Cipada RT.03 RW.03 Kelurahan Kota Kulon Kecamatan Sumedang Selatan, Sabtu (4/11).
Menurut Anis, sejak usia sekitar 5-6 bulan, ia melihat ada kelainan pada putrinya tapi ia tidak tahu kelainan apa. Hanya saja di usia itu bayinya belum bisa menggerakan badan sendiri dan sulit merespon ketika dipanggil atau mendengar suara.
Anis berpikiran, mungkin bayinya mengalami keterlambatan pertumbuhan. ia pun membiarkannya tanpa memeriksakan ke puskesmas atau ke dokter karena berharap bayinya nanti juga bisa seperti bayi yang lainnya.
“Ternyata saya salah. Ketika usianya sudah 2 tahun lebih baru saya periksakan ke RSUD Sumedang. Dan kata dokter di RSUD, otak bayi saya terserang suatu penyakit tapi saya lupa nama penyakitnya,” ujarnya.
Sambil terisak, Anis pun menyesali karena terlambat memeriksakan putrinya. “Padahal menurut dokter, seharusnya langsung diperiksakan sejak awal saya melihat kelainan pada putri saya ini,” ujarnya lagi.
Saat ini balita yang hanya bisa tergolek lemah layaknya bayi berusia 2-3 bulan itu, tetap menjalani rawat jalan di RSUD satu minggu sekali serta menjalani terapi di Lingkungan Angkrek Sumedang Utara.
Anis berharap, ada bantuan dari pemerintah Sumedang ataupun dari lembaga lainnya. Karena sebagai keluarga tidak mampu, ia merasa kesulitan untuk membiayai perawatan putrinya. “Suami saya hanya penjaga kendaraan mainan di Alun-alun Sumedang. Penghasilannya tidak seberapa. Saya sendiri tidak bekerja karena putri saya tidak bisa di tinggal,” terangnya.
Selain harus membiayai perawatan putrinya, ia dan suaminya harus membayar sewa kamar kontrakan dan listrik sebesar Rp 200 ribu tiap bulannya, yang dibayar sebesar Rp 7 ribu perharinya.
Salah seorang saudaranya, Dewi membenarkan, keponakannya ini membutuhkan bantuan untuk biaya perawatan. selain itu juga, kamar kontrakan yang ditinggali Dadan dan Anis ini tidak layak untuk dihuni.
“Ruangannya sumpek. Kalau ada hujan pasti banjir. Bahkan pernah banjir hingga sekitar 60 centimeter, karena memang posisi kamar kontrakannya nyeglok,” kata Dewi.

Senada dengan Anis dan Dadan, Dewi pun mengharapkan perhatian pemerintah, baik Dinas Kesehatan Dinas Sosial dan Lembaga terkait lainnya untuk membantu Bayi Bilqis ini. “Mudah-mudahan pemerintah mau mendengar keluhan dari warganya yang kesusahan ini,” pungkas Dewi.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar