Alamanda Residence Tanjungsari Diduga Tak Berijin

Tanjungsari, Korsum
Tampaknya, pengawasan Pemerintah Kabupaten Sumedang, khususnya SKPD yang yang menangani ijin perumahan seperti abai. Perumahan didirikan tanpa ijin, dimungkinkan kaidah lingkungan secara hukum yang berlaku tidak akan diindahkan.
“Saya tinggal di Perumahan Alamanda Residence, beberapa waktu lalu perumahan kami kebanjiran, karena letak perumahan dibawah pacuan kuda Tanjungsari, ya otomatis ketika hujan lebat, rumah warga di perumahan Alamanda selalu kebanjiran, ketika kami pertanyakan dengan warga lain kepada pengembangnya, ternyata ijin awalnya itu diperuntukan untuk kandang ayam, namun setelah keluar ijin untuk kandang ayam malah menjadi perumahan,” ungkap salah seorang warga Perumahan Alamanda, Aam, saat dikonfirmasi Korsum, Selasa (28/11), di kediamannya.
Bahkan di siteplane pun, kata Aam, ada drainase, namun pada kenyataannya drainase tidak dibangun, sementara Fasum (fasilitas umum) dan Fasos (fasilitas sosial) pun tidak ada. Warga meminta untuk bertanggungjawab kepada pengembang perumahan Alamanda, namun sepertinya tidak dihiraukan, bahkan sekarang sedang membangun lagi perumahan Alamanda 2.
  Dikonfirmasi Korsum, Selasa (28/11), Kepala Desa Raharja, Kecamatan Tanjungsari,  Asep, melalui Kaur Umum dan Tata Usaha, Amar, menjelaskan kronologis perumahan Alamanda, bahwa katanya saat itu pada masa transisi Pilkades ijin ditempuh bukan untuk kandang ayam melainkan untuk ijin membangun gudang.
“Dulu itu, datang ke desa hanya untuk meminta tandatangan ijin warga, dan pada waktu itu warga menyetujui, karena peruntukan untuk membangun gudang. Setelah semuanya terbongkar sekarang ini, maka pihak desa sudah memanggil pihak pengembang secara resmi melalui surat untuk datang ke desa, hingga saat ini pihak pengembang belum juga datang,” jelas Amar.
Bahkan untuk saat ini pun, kata Amar, pihak pengembang sudah membangun perumahan kembali yakni perumahan Alamanda dua, sampai saat ini pun tidak ada datang ke desa, baik untuk ijin warganya. Perumahan Alamanda satu juga ijinnya masih diduga tak berijin, sekarang malah membangun perumahan Alamanda dua.
Dikonfirmasi Korsum, Selasa (28/11), Camat Tanjungsari, Ida Farida, mengatakan, bahwa pihak kecamatan tidak mengetahui perumahan Alamanda itu, baru tahu setelah dipertanyakan kepada stafnya.
“Saya tidak tahu menahu soal perumahan Alamanda itu, dan saya tahunya justru sekarang, namun setelah saya tanyakan kepada staf saya, katanya mereka juga hanya tahu saja, artinya tidak ada berkas di kecamatan. Nanti akan ditelusuri oleh staf saya ke lapangan,” katanya.
Sama halnya dikatakan Kepala Dinas PTSP Kabupaten Sumedang, H. Ade Setiawan, bahwa dirinya merasa tidak tahu, dan bahkan langsung memerintahkan kepada stafnya yang menangani IMB untuk dicari datanya, apakah IMB-nya sudah diterbitkan atau belum.
“Saya akan memerintahkan staf saya dulu yang menangani IMB, apakah sudah dikeluarkan IMB-nya atau belum, nanti setelah jelas ada IMB- nya atau belum, saya akan informasikan kembali, dan ketika memang belum mengeluarkan IMB, maka pihak Sat Pol PP Kabupaten Sumedang untuk menutupnya,” ancamnya, saat dikonfirmasi Korsum, Kamis (30/11), di ruang kerjanya.
 Dikatakan Kepala Seksi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan pada Bidang Penataan Hukum Lingkungan pada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sumedang, Riyono, bahwa secara hukum ketika terjadi pelanggaran terhadap dampak lingkungan, harus diberi sangsi.
“Dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 tahun 2012 tentang jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi amdal. Dan ketika luasan atau jenis usaha yang tidak masuk dalam permen nomor 5 tahun 2012, maka diberlakukan Permen nomor 16 tahun 2012 tentang pedoman penyusunan dokumen lingkungan (UKL/UPL). Untuk saat ini, baik kabupaten/kota masih saja ada yang belum menerapkannya, padahal kalau bicara masalah undang undang sudah jelas diatur di Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pasal 111,” tegasnya, saat dikonfirmasi Korsum, Kamis (30/11), di ruang kerjanya. 
Ketika ditemui Korsum, Selasa (28/11), pihak pengembang Perumahan Alamanda residence, menurut warga sudah jarang ada atau datang, hingga berita ini diturunkan Korsum belum mendapat klarifikasi dari pihak pengembang.**[Dady]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar