‘Panas Dingin’ DD Macet Cair

 Kota, Korsum
Sedikitnya, 50 desa hingga pertengahan Desember ini masih macet pencairan DD. Kades mengeluh panas dingin karena pesimis realisasi DD  tidak bisa dilaksanakan dengan sisa waktu hanya tinggal hitung jari ke 30 Desember.  Bahkan diperparah dengan  cuaca hujan terus mengguyur.
Ditemui dikantornya, Jumat (15/12), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tedi Mulyono menyebut, ada toleransi jika keterlambatan pekerjaan fisik sulit karena diguyur hujan.  Silvakan dan anggarkan kembali di APBDes 2018 jika tak dimungkinkan di 2017 ini.
“Pasti kades mengeluh panas tiris jika waktunya sangat mepet terlebih sekarang ini musim hujan. Sementara per-30 Desember realisasi DD harus beres tanpa ekses baik fisik maupun adiministrasi, tapi sampai pertengahan Desember ini DD masih macet dicairkan,” ujarnya.
Meskipun fisik tidak terkejar per-30 Desember, lanjut dia, bukan berarti harus dibatalkan kegiatan. Sebab mungkin ada beberapa kegiatan yang bisa digarap dengan sisa waktu dua minggu. Keterlambatan pencairan DD bukan kesalahan kabupaten karena transfer pusat itu di November yang tidak hanya di Sumedang.
Dijelaskan, proses pencairan DD tidak bisa serta merta berjalan mulus meski semua rekomindasi masuk dan diolah di bagian keuangan. Namun masih  ada  persyaratan yang harus direvisi karena ada yang salah, bahkan terjadi dibeberapa kecamatan. Padahal batas waktu maksimal tanggal 20 punya sisa waktu 5 hari untuk mencairkan.
“Di DPMD hanya tinggal satu desa yakni Desa bugel yang masih masalah soal persyaratan pencairan DD akibat terganjal APBDes perubahan. Sisanya masih numpuk di keuangan karena tidak bisa sekaligus cair. Atau bisa saja data yang sudah direkomindasi di DPMD tidak sama dengan data di lapangan,” tandasnya.
Terganjal APBDes Perubahan
Desa Margalaksana Kecamatan Sumedang Selatan, salah satu desa yang DD-nya macet dicairkan. Padahal kadesnya Ketua Apdesi Sumedang yang sejatinya harus menjadi Pionir bagi desa lain. Kades Andre Y Muchtar saat ditanya wartawan mengaku ada beberapa evaluasi persyaratan yang belum tuntas. 
“Keterlambatan pencairan DD itu terganjal APBDes Perubahan. Saya berharap  untuk kedepan tidak ada APBDes Perubahan sehingga pencairan DD itu tidak terlambat seperti sekarang ini,” kata dia dikantor DPMD, Kamis (14/12).
Panas dingin juga dirasakan Kades Tanjungmekar Kecamatan Tanjungkerta, Didin, di tempat yang sama mengaku masih macet pencairan DD. Hal itu, kata dia, akibat terkendala harus adanya ABPDes Perubahan sebagai salah syarat pencairan DD.
Desa menunggu APBD Perubahan Kabupaten sebagai acuan. Dengan lambat APBD Kabupaten berimbas ke APBDes, bahkan Kecamatan Tanjungkerta hingga saat ini ada 9 desa yang masih belum bisa mencairkan DD termasuk ADD tahap 4.
“Padahal semua berkas pengajuan baik DD maupun ADD tahap 4 sudah disampaikan. Jika Senin (18/12) DD cair, maka desa hanya punya sisa waktu 14 hari, tapi  dengan waktu mepet itu dipastikan pekerjaan fisik tak akan terkejar,” ujar kades pasrah.

Besar kemungkinan, lanjut dia, akan disilpakan HOK-nya, tapi belanja bahan material akan dilaksanakan dengan dibuat berita acara. Sebab ada beberapa pekerjaan kecil bisa dilaksanakan meski waktunya mepet dan cuaca hujan.**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar