Pol PP Akan Tutup Perumahan Alamanda Residence

Kota, Korsum
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Sumedang H. Asep Sudrajat, menyebutkan, bahwa pihak Pol PP melalui PPNS beserta anggota telah melakukan pengecekan perijinan Perumahan Alamanda Residence yang berada di Desa Raharja Kecamatan Tanjungsari. Temuan PPNS melaporkan, bahwa Alamanda Residence belum memiliki ijin dari Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Sat Pintu (DPMPTSP).
“Setelah menerima laporan dari anggota, memang Perumahan Alamanda itu belum memiliki ijin resmi dari Pemerintahan Kabupaten Sumedang dalam hal ini dari DPMPTSP. Adapun ijin yang ada menurut informasi IMB-nya dikeluarkan oleh pihak kecamatan,” sebutnya, saat dikonfirmasi Korsum, Rabu (13/12), di ruang kerjanya.
Namun, kata H. Asep, saat ditemui pihak pengembang yang bernama Leo sedang tidak ada, bahkan menurut Kepala Desa Raharja pihak pengembang belum pernah datang ke desa, bahkan saat dipanggil pun belum pernah datang sejak mulai pembangunan perumahan tahun 2014 lalu hingga sekarang.
Lebih jauh Kasat menjelaskan, sekarang kondisi perumahan sudah dibangun 110 unit bangunan, yang sudah terisi 35 unit dan 75 unit dalam proses pembangunan, dilihat dari kondisi di lapangan jelas telah melanggar Peraturan Daerah No 15 tahun 2011 tentang bangunan gedung.
“Semua temuan anggota yang saya perintahkan ke lapangan, berkasnya sudah dibuatkan dan setelah itu tugas PPNS yang akan menindaknya, PPNS yang nantinya mengelola berkas perkara dari temuan di lapangan, dan nanti hasil dari kajian PPNS akan segera ditutup setelah menempuh Standar Operasional Prosedur (SOP),” tegasnya.
Sementara, Kepala Bidang Tata Ruang pada Dinas PU PR Kabupaten Sumedang, Sony Nurgahara, melalui Kepala Seksi Pengendalian Tata Ruang, Sari Ayu Diantini, menjelaskan, berdasarkan temuan di lapangan pada Selasa (12/12), dan berkas yang ada bahwa menurut informasi tata ruang lahan tersebut untuk permukiman dan tidak diperuntukan untuk industri.
“Temuan di lapangan kemarin itu, bahwa perumahan Alamanda kebanjiran akibat dari curah hujan yang tinggi, ditambah kondisi drainase atau saluran airnya sangat kecil, soal ijin perumahan Alamanda itu ada ijinnya, IMB-nya dikeluarkan oleh pihak Kecamatan Tanjungsari dan memang pihak pengembang pernah datang beberapa tahun sebelumnya untuk meminta informasi tata ruang, hasilnya lokasi tersebut bisa untuk hunian namun tidak bisa untuk industri,” katanya, saat dikonfirmasi Korsum, Kamis (14/12), di ruang kerjanya.
Hal lain dikatakan Kepala  Bidang Pengendalian, Penanganan Pengaduan, Data dan Pelaporan PTSP pada DPMPTSP Kabupaten Sumedang, Yosep, ia enggan untuk berkomentar karena dirinya belum mengetahui soal perumahan Alamanda Residence yang tidak berijin itu.
“Saya tidak akan berkomentar, karena saya belum mengetahui secara jelas,” singkatnya, saat dikonfirmasi Korsum, Kamis (14/12), di ruang kerjanya.
Hingga saat ini,  Kamis (14/12), Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Pengaduan PTSP di Bidang Pengendalian, Penanganan Pengaduan, Data dan Pelaporan PTSP pada DPMPTSP Kabupaten Sumedang H. Udin belum turun ke lapangan, bahkan menunggu pengaduan dari masyarakat.
“Dari pihak DPMPTSP Kabupaten Sumedang yang sudah turun ke lokasi adalah pak Sekdis,” ujarnya.
Pada edisi sebelumnya, di Koran ini, Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Pengaduan PTSP di Bidang Pengendalian, Penanganan Pengaduan, Data dan Pelaporan PTSP pada DPMPTSP Kabupaten Sumedang, H. Udin mengatakan, bahwa di laporkan kepada Kadis dan hingga saat ini masih menunggu petunjuknya,
“Sudah disampaikan kepada pak kadis soal ijin perumahan Alamanda itu, bahkan, korannya pun sudah di kliping kan dan di simpan di meja pak kadis, namun ketika disampaikan, pak kadis belum memberikan arahan atau petunjuknya,” ujarnya, saat dikonfirmasi Korsum, Jumat lalu (8/12), melalui telepon genggamnya.**[Dady]



Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar