Polres Ringkus Dalang Penyebar Hoaks

 Kota, Korsum
Polres Sumedang berhasil meringkus 4 orang yang merupakan dalang penyebar hoaks yang berujung aksi anarkis pengemudi ojek online dari Bandung yang melakukan aksi penyerangan, terhadap ojek pangkalan di Jatinangor.
Menurut Kapolres Sumedang, AKP Heri Brata, saat ini keempat pelaku penyebar hoaks tersebut, yakni JJ, NS, A, dan H mendekam dibalik jeruji besi Mapolres Sumedang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Kami sudah menangkap empat oknum tersangka penyebar informasi hoaks di media sosial, yang mengakibatkan adanya sweeping di wilayah Jatinangor oleh driver ojeg online terhadap ojeg pangkalan di Kecamatan Jatinangor yang mengakibatkan tiga orang terluka dan beberapa kendaraan bermotor rusak," ujarnya, saat jumpa pers di Mapolres Sumedang, Kamis (30/11).
Selain menangkap empat pelaku penyebar hoaks, lanjutnya, polres juga mengamankan satu orang tersangka lagi, WPA, yang diduga melakukan penganiayaan kepada ojek pangkalan di Jatinangor. “Penyerangan yang dilakukan didasari rasa solidaritas antar ojek online," tuturnya.
Sebelumnya mengenai adanya persoalan tersebut, lanjut Kapolres, sudah selasai, karena kedua belah pihak sudah musyawarah di Kantor Kecamatan Jatinangor. Akan tetapi untuk proses hukum akan terus berlanjut.
“Masalah itu sudah selesai karena sudah ada musyawarah dan mereka (ojek online dan pangkalan) sepakat untuk tidak melakukan aksi balasan," ucapnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan, JJ diduga menyebarkan berita hoaks di akun facebooknya yang bernama Ajamp. Dan dari pelaku, pihaknya mengamankan barang bukti berupa motor dan handphone. “Kami masih melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut sebab kemungkinannya masih ada tersangka lain. Sementara itu Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 28 UU Nomor 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar,” tegasnya.
Sedangkan tersangka WPA dijerat pasal 170 ayat 1 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. Dengan adanya kasus tersebut, Kapolres mengimbau, bagi seluruh masyarakat agar lebih bijak dalam bermedia sosial. Kemudian lebih berhati-hati saat mendapat pesan berantai yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Jadi, kalau ada informasi, pastikan dulu kebenarannya jangan asal forward saja. Karena nantinya yang mem-forward juga akan terjerat pidana,” tegasnya.**[Acep Shandy]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar