Selain Timbangan Berkurang, Desa Juga Keluhkan Kwalitas Raskin

Darmaraja, Korsum
Buruknya kualitas beras sejahtera (Rastra) atau beras miskin (Raskin) dan sering berkurangnya timbangan pada setiap karungnya menjadi keluhan warga dan juga pemerintahan Desa. Seperti yang terjadi di Desa Tarunajaya Kecamatan Darmaraja, dimana ada beras raskin yang kualitasnya buruk dan tidak layak konsumsi.
Hal tersebut, dibenarkan Kepala Desa Tarunajaya, Udeng Sulaeman, bahwa pihak desa mendapatkan keluhan dari masyarakat akan kualitas beras renstra atau raskin yang tidak layak konsumsi. "Ya ada satu RW yang mengembalikan raskin ke desa karena kualitasnya sangat buruk dan tidak layak untuk di konsumsi," tuturnya, kepada Korsum, di ruang kerjanya, Kamis (14/12).
Udeng menambahkan, untuk kualitas raskin memang yang buruk sering menerimanya, akan tetapi untuk saat ini memang benar benar tidak layak untuk di konsumsi. "Sebenarnya kalau yang parah sekali kualitasnya baru kali ini, sebelumnya juga ada yang kualitasnya jelek, tapi itu masih bisa dimanfaatkan oleh warga," ucapnya.
Sebenarnya, lanjutnya, permasalahan yang sering terjadi dalam penyaluran renstra atau raskin ke tiap desa, adalah sering berkurangnya timbangan dari setia karungnya. "Pernah hilang sampai 4 kg perkarungnya, tapi sekarang rata rata kurangnya 0,5 sampai 1 kg perkarung. Untuk Desa Tarunajaya itu ada 361 karung yang isinya 15 kg, sekarang kalau hilangnya 1 atau 0,5 kg, kan banyak untuk satu desa" sebutnya.

Udeng berharap, agar pemerintah lebih tegas lagi dalam pengawasan distribusi beras renstra, karena untuk masalah berkurangnya timbangan itu sudah berlangsung lama dan hampir semua desa mengalaminya. Ya kalau bisa, awasilah dalam pendistribusian ke desa, kan kasihan masyarakat, pungkasnya.**[Acep Shandy]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar