Sengketa Wakaf Lahan SDN Cijolang, Ahli Waris Akan Polisikan

Tanjungsari, Korsum
Setelah sekian edisi diberitakan di Koran ini, terkait sengketa tanah wakaf SDN Cijolang Desa Margaluyu Kecamatan Tanjungsari makin memanas dan melebar. Pasalnya, baik ahli waris sebagai penggugat dan Pemda Sumedang sebagai tergugat saling klaim dan saling mengeluarkan jurus agar dipersidangan Pengadilan Agama bisa dimenangkan.
Kini, ahli waris akan mempolisikan atau mempidanakan yang terkait dengan proses pengajuan akta wakaf hingga akta wakaf tersebut bisa diterbitkan, dasar dari mempidanakan tersebut oleh pihak ahli waris adalah, adanya keterangan palsu dan tanda tangan palsu.
“Ahli waris berencana melaporkan ke pihak yang berwajib dengan dugaan perbuatan melawan hukum yang merugikan ahli waris  dari Emi binti Markadi. Hal tersebut diduga dilakukan oleh Nazir yang didukung oleh PPAIW Kecamatan Tanjungsari dengan dasar keterangan palsu dari PPAIW Tanjungsari yang menyatakan bahwa wakif dan Nazir datang menghadap ke PPAIW, padahal wakif dan Nazir tidak pernah ketemu tandatangan saksi diduga dipalsukan sesuai dengan pernyataan saksi Engka,” tegas kuasa hukum ahli waris, Alek, saat dikonfirmasi Korsum, Selasa (28/11), di kediamannya.
Karena dasar tersebut, kata Alek, ahli waris akan mempidanakan yang terkait didalam proses akta wakaf hingga akta wakaf tersebut terbit. Dalam hal ini, penggugat tidak main main untuk mengambil kembali yang menjadi haknya.
Dikonfirmasi Korsum, Selasa (28/11), Kepala KUA Kecamatan Tanjungsari, H. Asep Kurnia, melalui wakil Kepala KUA Hasan Sadikin, menjelaskan, permasalahan dalam proses pengajuan akta wakaf, dan hal itu menurut pihak KUA, sudah sah demi hukum menurut syariat Agama Islam.
“Makna wakaf secara bahasa itu artinya berhenti dan atau memberikan sesuatu barang dengan tujuan Lillahitta’alla. Kalau secara hukum Agama yakni memberikan sesuatu barang dengan maksud untuk kepentingan ibadah, dan sesuai dengan aturan syariat Islam, bahwa seseorang telah memberikan wakaf secara lisan itu adalah sah tentunya dengan adanya saksi yang menyaksikan ucapan wakafnya,” jelas Hasan.
Lebih jauh Hasan mengatakan, hukum wakaf itu meski secara lisan itu adalah sah, dan saksi yang paling hakikinya adalah Allah SWT, jadi wakaf tersebut diberikan atas dasar ridho dan ikhlas, hubungannya pun si pemberi wakaf langsung dengan Allah SWT.
“Dulu belum ada pencatatan wakaf dengan lisan pun, sekali lagi saya katakan itu adalah sah. Nah sekarang, karena undang-undang syariat Agama Islam, maka secara administrasi proses wakaf harus tercatat, sehingga keluarlah surat akta ikrar wakaf sebagai kekuatan hukumnya yang tertulis tentunya melalui persyaratan persyaratan yang diberlakukan,” terangnya.
Sebelumnya, dikonfirmasi Korsum, Senin (27/11), bagian Aset pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Ujang Tahyat, mengatakan, tanah SDN Cijolang sudah tercatat di bagian aset Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang dan menjadi milik Pemerintahan Kabupaten Sumedang berdasarkan surat ikrar akta wakafnya.
“Lahan SDN Cijolang itu sudah tercatat di aset kami artinya tanah SDN Cijolang sudah menjadi aset Pemerintahan Kabupaten Sumedang dengan dasar surat Akta ikrar wakaf yang dikeluarkan pada tahun 2002, dan itu sudah sesuai dengan aturan, baik terbitnya akta ikrar wakafnya ataupun ketentuan secara hukumnya,” jelas Ujang.
Sama halnya disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Unep Hidayat, bahwa permasalahan sengketa lahan SDN Cijolang tersebut sudah ditangani oleh bagian hukum Pemda Sumedang karena Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang bagaian dari Pemerinatahan Kabupaten Sumedang, artinya segala permasalahan dinas  yang menyangkut dengan hukum selalu berkordinasi.

“Kuasa hukum Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang tentunya oleh Bagian Hukum Setda Kabupaten Sumedang. Bagi kami, tidak rugi mau menang si penggugat silahkan ataupun mau menang tergugat ya Alhamdullilah, intinya yang dirugikan nantinya adalah masyarakat setempat, sudah jelas akan kesulitan dengan tidak adanya sekolah. Jadi, kami percayakan sepenuhnya kepada pengacara Pemda Sumedang,” pungkasnya.**[Dady]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar