Warga Terkena Proyek Ingin NJOP Naik

 Kota, Korsum
Warga yang bakal menerima ganti rugi pembebasan tanah dan bangunan akibat terkena  proyek pemerintah seperti jalan tol Cisumdawu dan pembuatan bendung, sangat menyambut baik rencana Pemerintah Kabupaten Sumedang yang akan melakukan Penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di beberapa wilayah kecamatan.
Sebagaimana diungkapkan salah seorang warga Conggeang, Wanto (52), dengan dinaikannya NJOP ini,  warga yang terkena proyek diprediksi tidak akan banyak menawar harga sehingga dapat mempercepat proses pembebasan lahan.
“Alasan warga banyak yang minta harga lebih tinggi karena nilai ganti rugi yang rendah, atau sesuai dengan BJOP yang tahun sebelumnya. Selama ini warga banyak yang nolak karena ganti ruginya kecil, soalnya NJOP di sini paling cuma Rp 900 ribu per meter. Kalau naik sampai seratus persen kan lumayan, makanya saya setuju NJOP dinaikan," ungkapnya, Rabu (13/12) di Kantor Bappenda Sumedang.
Wanto menyebutkan, selama ini untuk menjual tanah miliknya seringkali warga terkendala NJOP yang murah. Karena para pembeli yang mengetahui lokasi tersebut rawan tergerus aliran sungai banjir, hanya mematok harga penawaran setinggi NJOP, tidak lebih.
Terkait kenaikan jumlah PBB terutang sebagai imbas dari naiknya NJOP, Wanto mengaku tidak Keberatan dan tidak terbebani dengan kenaikan pajak tersebut. Sebab, warga telah diberikan keleluasaan untuk mengajukan keberatan atas jumlah PBB terutang.
"Kalau ada warga desa kami  yang merasa  keberatan  atas PBB, bisa dikasih potongan pajak. Syaratnya harus mengajukan keberatan pajak ke pemerintah. Jadi kalau soal naiknya pajak mah juga nggak masalah," katanya
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah, Ramdan Ruhendi Deddy membenarkan rencana pemerintah menyesuaikan NJOP untuk beberapa wilayah kecamatan.
“Justru di beberapa kecamatan, mereka senang NJOP nya dinaikan karena kebanyakan akan menerima ganti rugi darp proyek nasional seperti jalan tol Cisumdawu dan bendung, " ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (13/12) di kantornya.
Ramdan menyebutkan, kenaikan NJOP secara langsung dapat menaikan harga jual tanah. Selain itu warga pun mengaku tidak terbebani Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang meningkat, karena diperbolehkan untuk mengajukan keberatan.**[Hendra]


Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar