Bangun Desa, Hindari Su’uzon Masyakat

 Tanjungmedar, Korsum
Peran serta masyarakat dalam pembangunan desa merupakan hal penting dalam menciptakan sinergiritas dan harmonitas pemerintah desa.  Pembangunan desa bukan hanya semata tanggungjawab kades, namun semua masyarakat harus ikut terlibat baik dari segi pelaksanaan maupun pengawasan sehingga bisa berjalan lancar.
Seperti dikatakan Amir, Ketua TPK Desa Sukamukti Kecamatan Tanjungmedar, bahwa kucuran dana pusat ke desa sangat besar bahkan mengalir setiap tahun. Namun jika dalam realisasinya tidak melibatkan masyarakat hingga ada kesan tidak transparan terhadap dana itu.
Maka pembangunan desa akan memunculkan cemburu sosial atau su’uzon dimasyarakat terhadap penerima dana pusat itu dalam hal ini pemerintah desa. “Hindari su’uzon masyarakat, maka ajak musyawarah dan libatkan diberbagai kegiatan pembangunan sehingga pembangunan cepat dan lancar,” tandas dia, Kamis (18/1).
Dikatakan, Desa Sukamukti dalam merealisasikan DD tahap 2 tahun 2017 lalu dialokasikan kepada 7 titik pembangunan infrasuktur desa. Namun karena desa ini melibatkan peran serta masyarakat dalam berbagai kegiatan ini, maka ke-7 kegiatan pembangunan itu dapat terselesaikan tepat waktu sesuai harapan.
“Seperti pembangunan jalan rabat beton Gombong menuju Sindangmekar dengan anggaran DD sekitar Rp 176 juta. Dilanjut pembangunan Gang Epen termasuk TPT-nya sepanjang 140 meter dengan biaya sekitar Rp 57 juta. Pembangunan Gang Surabi di Dusun Sindangmekar sepanjang 100 meter dengan biaya sekitar Rp 9 juta,” jelasnya.
Disamping itu, lanjutnya, pembangunan Gang Udan Dusun Menteng panjang 100 meter dengan biaya Rp 9 juta termasuk pembangunan Gang Karma sepanjang 250 meter dengan biaya sekitar Rp 21 juta. Sehingga total anggaran DD yang diterapkan dalam pembangunan itu sekitar Rp 273 juta,” kata Amir.

Menurut Kades Sukamukti, di ruang kerjanya, Kamis (18/1), mengatakan, dengan cairnya DD tahap 2 pada Desember 2017 lalu, semua pembangunan dapat terselesaikan tepat waktu tanpa ada kegiatan yang harus ditangguhkan ke anggaran tahun 2018. Dengan budaya gotong-royong, maka semua masalah beres tanpa ekses.**[indang]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar