Cuci Darah Di RSU Pakuwon Bisa Manfaatkan Kartu JKN-KIS

 Kota, Korsum
Seiring banyaknya orang yang menderita penyakit gagal ginjal atau chronic kidney disease (CKD), mendorong Rumah Sakit Umum Pakuwon Sumedang untuk melengkapi layanan yang telah tersedia sebelumnya, yaitu dengan membuka unit layanan Hemodialisa.
Komisaris Utama PT. Lingga Pakuwon Jaya, dr. H. Noerony Hidayat mengatakan, layanan hemodialisa RSU Pakuwon telah memenuhi persyaratan dari Persatuan Nefrologi Indonesia (Pernefri), dan telah memperoleh rekomendasi untuk menyelenggarakan Layanan Hemodialisa di RSU Pakuwon, baik untuk peserta program JKN-KIS maupun pasien umum.
"Jangan khawatir soal biaya karena kami juga menerima pasien peserta JKN-KIS. kalau dulu, memang sekali cuci darah pasien memerlukan biaya sekitar Rp 1,3 juta dan dilakukan seminggu 3 kali. Tetapi sekarang pasien penderita CKD bisa memanfaatkan program BPJS. Ini akan sedikit meringankan pasien," tuturnya, Rabu, (10/1) usai peresmian Unit Layanan Hemodialisa RSU Pakuwon
Dikatakan Noerony, dirinya selalu menekankan kepada seluruh karyawannya agar  senantiasa bekerja profesional, namun tidak mengenyampingkan faktor humanis.
"Karena RSU Pakuwon adalah rumah sakit swasta yang notabene penggaji kami adalah masyarakat langsung, maka kita pun senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, melayani pasien dengan senyum, sapa, salam, santun dan sensitif," ujarnya.
Noerony berharap, RSU Pakuwon dapat berjalan dengan baik dan dapat bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang serta pihak lainnya.
Menurut Direktur Utama PT. Lingga Pakuwon Jaya selaku pengelola Rumah Sakit Umum Pakuwon, Erna Yuliana Noerony, hemodialisa berasal dari kata hemo atau darah, dan dialisis atau pemisahan zat-zat terlarut.
“Jadi hemodialisa berarti proses pembersihan darah dari zat-zat sampah, melalui proses penyaringan di luar tubuh. Dan hemodialisa merupakan terapi pengganti ginjal atau istilah umumnya cuci darah. Terapi inilah salah satu terapi bagi penderita penyakit gagal ginjal,” katanya.
Pada tahap pertama, kata Erna, meski baru tersedia hanya lima tempat tidur tapi unit layanan ini dilengkapi lima alat hemodialisa dengan teknologi mutakhir.
"Kedepan, yang menjadi program kami adalah menambah alat hemodialisa menjadi 10 unit sehingga nantinya menjadi salah satu layanan unggulan RSU Pakuwon," terang Erna.,
Sementara itu, Bupati Eka Setiawan mengatakan, setelah kurang lebih berdiri selama 17 tahun, RSU Pakuwon tumbuh menjadi rumah sakit yang maju dan dengan adanya unit layanan hemodialisa menjadikan pelayanan yang diberikan semakin prima.
Bupati menyebutkan, Pemkab Sumedang juga akan turut mendorong RSU Pakuwon sehingga bisa lebih maju lagi. Namun begitu, pemerintah daerah tidak bisa membantu secara langsung, tetapi melalui pembayara seluruh kewajiban Pemda terhadap BPJS.

“Sehingga ini tentunya akan turut memperlancar pelayanan kesehatan yang tersedia di Kabupaten Sumedang sekaligus ini menjadi bukti pemerintah pun peduli terhadap kesehatan masyarakat. Semoga unit layanan hemodialisa ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Sumedang," pungkasnya.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar