Jembatan ‘Goyang’ Cibodas Tak Kunjung Perbaikan

Surian, Korsum
Musim hujan saat ini, luapan air sungai Cibodas sangat deras mengancam kontruksi jembatan. Tak hanya itu, luapan air sungai naik ke area lahan pesawahan warga. Kondisi jembatan semakin reyod hingga goyangnya terasa semakin kencang, tapi sejauh ini tak pernah ada perbaikan.
Dede Manik Maya Warga Desa Wanasari Kecamatan Surian via Hp-nya pada koran ini menyebutkan, kontruksi jembatan Cibodas terbikin dari kayu yang disambung-sambung. Namun jika dibiarkan luput dari perhatian pemerintah, maka dipastikan jembatan itu akan ambruk jatuh hayut ke sungai.
“Jalan dan jembatan milik PU yang terancam roboh itu akibat luapan air sungai yang terus menerus mengikis tanggul jembatan hingga kondisinya makin rusak. Namun yang paling parah  tembok atau pilar jembatan yang kini hanya tinggal sepotong termasuk  gelagar kayu jembatan sudah lapuk bahkan sebagian sudah amburadul,” ujar Dede, Jumat (12/1).
Sementara menurut Kades Wanasari Darya masih sama via Hp-nya mengakatan, jembatan Cibodas punya peran penting laju roda perekonomian masyarakat termasuk kelancaran penyelenggaraan pemerintah desa. Namun akan menjadi  kendala jika jembatan itu benar-benar ambruk.
“Padahal jembatan itu jalur satu-satunya sarana  menghubungkan Desa Wanasari Surian dengan wilayah Buahdua, bahkan sebagai menghubung antara dua kabupaten yakni Kabupaten Sumedang dengan Kabupaten Subang,” tandas kades.
Hampir setiap tahun anggaran, lanjutnya, pemerintah desa terus memohon perbaikan jalan dan jembatan termasuk normaslisasi aliran sungai Cibodas kepada Pemda Sumedang. Namun tahun berganti tahun, permohonan perbaikan itu belum ada realisasi meski beberpa lalu sudah disurvai dan difoto oleh pihak PU.
Menurut Pak Jangkung menjaga jembatan Cibodas, mengatakan, kondisi jembatan makin riskan karena dikhawatirkan terjadi kecelakaan pada kendaraan. Sebab saat ini, kontruksi kayu jembatan itu semakin rapuh sehingga jika dilalui kendaraan roda empat, maka jembatan ikut bergoyang.
bila seandainya ada perbaikkan akata dia,  maka aliran sungai itu harus  dinormalisasi menggunakan alat berat karena dasar sungai sudah dangkal. Namun untuk sementara ini demi keamanan, dihimbau kedaraan truk tidak melalui jembatan,  hanya bisa dilalui kendaraan kecil.
“Pemasangan Bronjong dan perbaikan gelagar memang cara efektif. Namun bila tidak segera dinormalisasi alur sungai itu, maka akan sangat berbahaya karena air tetap meluap naik keatas mengancam jembatan itu,” katanya.
Rawan Celaka
Dilansir koran ini diedisi sebelumnya, jembatan Cibodas dianggap penyebab sering terjadinya kecelakaan. Jembatan yang hanya bantalan dari deretan kayu belahan itu kerap kali ban kendaraan terperosok hingga membuat kelabakan sopir.

Dialami Ujang sopir truk ketika laju perlahan melewati jembatan itu, tiba-tiba ban depan mobilnya terperosok nyaris jatuh ke sungai. Untung saat itu ada warga setempat yang membantu hingga mobilnya dapat terselamatkan.**[indang]
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar