Masyarakat Diminta Waspadai Hoax Surat Pengangkatan CPNS

 Kota, Korsum
Surat palsu yang mengatasnamakan Kemenpan-RB beredar di media sosial dan tersebar secara masif diaplikasi pesan instan. Surat tersebut berisi laporan penetapan e-formasi tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS dan tenaga kontrak pengangkatan CPNS tahun 2016 hingga 2019. Di surat tersebut ditetapkan 1 November dan tertanda Menpan-RB Asman Abnur.
Karena dianggap suatu kebenaran oleh pihak tenaga honorer dan menjadikan kericuhan dan kegaduhan, sebab didalam surat edaran Kemenpan-RB itu, dituliskan untuk Kabupaten Sumedang jumlah yang diajukan kurang lebih 300 orang. Atas hal tersebut, akan menjadi pemicu masalah baru.
Dikonfirmasi Korsum, Jumat (19/1), Ketua Forum Honorer Katagori 2 (FHK2) Hj. Eni Rohaya, mengatakan dengan tegasnya bahwa hal itu surat yang beredar adalah berita hoax.
“Itu adalah berita Hoax, yang jelas jelas tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, darimana bisa dikatakan benar, sementara regulasinya pun hingga kini belum turun dari Kemenpan-RB. Sementara, surat nya sudah beredar seperti itu, dan tentunya saya klarifikasi sampai dimana letak kebenarannya,”tegas Hj.Eni saat dikonfirmasi Korsum melalui telepon genggamnya.
Sama halnya apa yang dikatakan Sekretaris Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumedang H. Asep Rusman menegaskan kembali terkait surat yang beredar di Medsos soal Formasi CPNS.
“Saya katakan bahwa soal surat yang beredar di medsos terkait dengan formasi CPNS itu adalah Hoax, pada kenyataannya, justru hingga saat ini, BKPSDM Kabupaten Sumedang masih menunggu keputusan, informasi dan perkembangan dari Kemenpan-RB. Surat itu adalah menyesatkan, saya berharap klarifikasi kembali kepada kami,” jelasnya saat dikonfirmasi Korsum, Jumat (19/1), di ruang kerjanya.
Pihak BKPSDM, kata H.Asep, ketika nanti sudah ada informasi atau perkembangan dari kemenpan-RB maka segara akan di informasikan dan di pastikan bisa di pertanggungjawabkan.
“Kemenpan-RB pun telah menghimbau di akun resminya melalui humas bahwa surat formasi CPNS adalah Hoax dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Sementara, Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian PANRB, Herman Suryatman, meminta masyarakat  mewaspadai dan tidak mempercayai kabar bohong yang berisi kumpulan soal tes CPNS yang saat ini beredar di media sosial, khususnya WhatsApp.
"Kami pastikan itu adalah kabar bohong atau hoax. Untuk itu kami minta masyarakat lebih waspada dan tidak mempercayainya," ucap Herman kepada korsum, Sabtu (13/1).
Untuk mengecoh pembaca agar mempercayai isinya, hoax tersebut diawali dengan kutipan pernyataan Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PANRB, seolah-olah pada bulan Februari 2018 akan dibuka pendaftaran CPNS 2018. Kemudian diinformasikan jumlah formasi yang akan dibuka dan rencana penempatannya.
"Pernyataan itu sama sekali tidak benar. Memang Pak MenPan sudah memberikan sinyal bahwa tahun 2018 ada rencana membuka kembali penerimaan CPNS, baik pusat maupun daerah. Namun untuk waktu dan jumlah formasinya belum ditetapkan," ungkap Herman.
Herman menghimbau warga masyarakat untuk lebih jeli dalam menerima dan mengakses informasi terkait CPNS. Apabila ingin mengetahui informasi seputar CPNS, agar mengakses portal menpan.go.id bkn.go.id serta portal instansi pemerintah terkait dengan domain go.id. "Jangan percaya informasi yang sumbernya tidak jelas," ucapnya.
Ia menduga, beredarnya khabar bohong tersebut ujung-ujungnya penipuan atau penawaran jasa latihan soal CPNS. "Berdasarkan pengalaman, patut diduga beredarnya hoax tersebut muaranya ke penipuan atau motif bisnis menawarkan jasa latihan soal CPNS. Untuk langkah antisipatif, saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pihak Kepolisian," ujar Herman.
Herman menjelaskan, Kementerian PANRB saat ini masih menunggu validasi usulan formasi dari instansi, termasuk dari Pemerintah Daerah. Validasi tersebut, diminta disampaikan secara online melalui aplikasi e-Formasi dan diharapkan sudah masuk semua akhir bulan Januari ini.

Selanjutnya Kementerian PANRB akan melakukan pembahasan setelah validasi usulan formasi tersebut masuk. "Setelah validasi selesai, kami akan melakukan pembahasan yang mendalam dan komprehensif, termasuk melihat kapasitas fiscal. Adapun formasi yang diprioritaskan antara lain guru, tenaga kesehatan, serta formasi jabatan yang spesifik sesuai core business instansi dalam rangka membidik Nawacita. Mudah-mudahan pembahasan terkait hal tersebut, hasilnya secepatnya diumumkan kepada publik,” pungkasnya.**[Dady/F.Arif]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar