Taman Endog Bikin Semerawut Kota Sumedang, Akan Ditata

 Kota, Korsum
Tuntasnya pembangunan Pasar Sandang kota dilanjut penertiban para PKL di kawasan Taman Endog, ternyata masih belum maksimal penataan kota. Taman Endog merupakan ikon kota Sumedang yang saat ini kondisnya masih kotor, hingga menambah semerawutnya kota Sumedang.
Mulainya penataan Taman Endog dipertanyakan berbagai pihak. Pasalnya, kawasan Taman Endog terletak depan mata dikemaraian kota Sumedang.  Penataan Taman Endog katanya, merupakan penataan ikon kota Sumedang sehingga diharap ada penataan itu secepatnya.
Menurut Kabid Kebersihan dan Pertanaman BLH, Ayuh Hidayat, saat ditemui di kantornya, Senin (15/1) menyebutkan, kewenangan penataan Taman Endog ada di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Rumkimtan). Rencananya, kata dia, Taman Endog akan dijadikan lahan parkir dengan bangunan empat lantai.
Kata dia, pengelolaan Tanam Endog ini ada di BLH, tapi kewenangan itu dicabut atau diambil alih pihak BJA (pasar). Dulu sebagai antisifasi masuknya TPS  ke kawasan Taman Endog dengan perjanjian akan dikelola, sedangkan pihak BLH hanya penerima hasil pembangunan Taman Endog itu.
“Sehingga saat ini, pengelolaan Taman Endog masih di pihak BJA. Namun  bagaimana tindak lanjut perencanaan Taman Endog dengan dasar perjanjian itu?, karena pihak LH sampai saat ini masih belu tahu. Padahal seharusnya pihak BJA itu harus segera membangun Taman Endog,” tandasnya.
Ayuh menyakini bahwa fungsi Taman Endog tetap tidak alih fungsi  sebagai kawasan buplik. Namun karena belum adanya informasi tindaklanjut rencana selanjutnya tentang penataan Taman Endog maka saat ini seolah tampak kotor dan semerawut.
Sementara itu, Kabid Tata Bangunan pada Dinas Rumkimtan, Budi Santosa, di kantornya, Kamis (18/1), pihaknya memastikan diawal tahun ini 2018 ini, Taman endog itu akan dibangun lahan perparkiran dengan tempat  lantai sesuai keinginan Pemda Sumedang.
“Namun rencananya akan dibangun oleh pihak investor sistem Biokontes (Saembara) sehingga  bukan dari APBD. Bahkan saat ini Pemda Sumedang sudah dimulai melakukan seleksi pengusaha yang dinilai menguntungkan dari segi bagi hasil,” katanya.
Namun hingga saat ini, kata dia, pihaknya belum mengetahui siapa investor yang akan dipilih Pemda Sumedang.  Rumkimtan hanya bidang teknis saja, karena sebelumnya harus dibuat DED, RAB termasuk desain bangunan yang sampai saat ini masih belum turun dari pihak konsultan.

Budi juga memastikan bahwa lahan kawasan Taman Endog tidak akan hilang, namun mikegran ikon tugu Taman Endongnya dipastikan tetap berada didepan bangunan dan semuanya nanti berdasarkan DED, sehingga anggaranya pun belum tahu.**[yf saefudin]
Share on Google Plus

About Man Koswara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar