Banjir Melanda Marongge, Petani Merugi Ratusan Juta

Tomo, Korsum
Banjir yang melanda Desa Marongge Kecamatan Tomo kemarin (19/2), tak hanya menimbulkan kerugian bagi  warga di daerah banjir. Namun terhambatnya distribusi akibat ruas-ruas jalan yang tergenang, juga menyebabkan petani di sentra-sentra komoditi pertanian dan pedagang yang melakukan pengiriman bahan sayur-sayuran mengalami kerugian besar.
Seperti petani di kawasan Desa Marongge Kecamatan Tomo, banjir yang melanda di Kabupaten  Sumedang Jawa Barat tersebut diprediksi menyebabkan produk pertanian yang mereka hasilkan menjadi terancam gagal panen.
"Petani akan  merugi karena  tidak akan  panen karena  terkena banjir"kata Toto Arianto, Kepala  Desa Marongge.
''Bahkan beberapa petani menyebutkan, sebelumnya mereka juga sudah pernah mengalami kerugian cukup besar, karena banjir selama berhari-hari. 
Kerugian juga disebabkan produk pertanian tidak bisa bertahan lama, maka produk tersebut menjadi rusak dan busuk, serta tidak laku dijual. Padahal, sebelum banjir melanda, produk pertanian yang dikirim ke beberapa daerah, jumlahnya cukup besar. ''Dalam sehari, produk sayuran dari Desa Marongge yang dikirim ke Bandung  dan  Majalengka bisa mengirim sampai ber ton ton per hari,'' jelasnya.
Produk yang dibeli dan dikirim pedagang ke beberapa daerah tersebut, antara lain seperti cabe, kubis, labu, tomat, kentang, wotel dan jenis-jenis sayuran lainnya. '' sejak  menjadi langganan banjir  kerugian  terus  menerus  dialami  petani  didesanya. "katanya.
Ia  berharap,  pemerintah segera  membantu dan  memberikan  sosulisi  terbaik  supaya  kejadian banjir seperti ini  tidak  terus  terulang, sementara  ini  kerugian  ditaksir  mencapai  ratusan  juta rupiah.**[F. Arif]
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar