Bukti Ketegasan Dalam Menjaga Netralitas Pelanggaran ASN Panwaslu Sambangi Inspektorat

Kota, Korsum
Bukti ketegasan Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sumedang dalam menjaga Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pilkada Sumedang 2018. Panwaslu menyambangi kantor Inspektorat untuk menanyakan tindak lanjut terkait Pelanggaran Netralitas ASN yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan.

Hal tersebut dikatakan Divisi Penindakan, Ade Sunarya didampingi Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga,  Haidar Ustman bahwa, maksud kedatangan pihaknya ke Inspektorat untuk melakukan kordinasi sampai sejauh mana penanganan terkait kasus pelanggaran Netralitas ASN yang dilakukan oleh Kadisdik Sumedang Sonson Nurikhsan."Maksud kedatangan kami untuk menanyakan sejauh mana tindak lanjut surat rekomendasi adanya Netralitas ASN yang dilakukan oleh Kadisdik. Surat rekomendasi sudah kami layangkan beberapa waktu lalu," tuturnya pada sejumlah wartawan di kantor Inspektorat Kabupaten Sumedang, Senin (12/2).

Lebih lanjut Ade berharap, agar pihak inspektorat bisa menindak lanjuti pelanggaran tersebut sesuai dengan apa yang di rekomendasikan oleh Panwaslu Kabupaten Sumedang."Tadi kan kata inspektur sudah membentuk tim untuk menindak lanjuti pelanggaran tersebut. Saya sih berharap hasil tim yang dibentuk seperti apa yang kita rekomendasikan. Kita juga kan sebelumnya membentuk tim untuk menangani masalah tersebut."tegasnya

Ade juga menambahkan, dalam hal pengawasan masalah tersebut pihak Panwaslu bisa memberikan efek jera terhadap ASN."Kita serius karena kita ingin memberikan efek jera terhadap pelanggaran khususnya melibatkan ASN."tandasnya

Sementara itu ditempat terpisah Inspektur Sumedang, H. Subagio menegaskan, saat ini pihaknya sudah membentuk tim untuk menindak lanjuti surat rekomendasi dari Panwaslu."Kita sudah membentuk tim dan saat sudah mulai bergerak."akunya

Subagio juga menegaskan, dalam penanganan kasus yang melibatkan ASN tentunya pihaknya akan menerjunkan tim untuk melihat sejauh mana pelanggaran tersebut."Setelah selesai, kita juga akan kaji lagi. Dan untuk pelanggaran ASN itu sendiri sudah diatur sendiri dalam Undang undang ASN No. 5 Tahun 2014 dan PP 53 tahun 2010." pungkasnya ** Acep Shandy
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar