Diduga Belum Kantongi Ijin Resmi, Perumahan Bukit Pelangi Residence Terus Beraktifitas

Ganeas, Korsum
Diduga belum kantongi ijin, Perumahan Bukit Pelangi Resident yang berlokasi di Desa Cikoneng Kulon Kecamatan Ganeas, terus beraktivitas tanpa ada pencegahan dari dinas terkait. Seperti dikatakan salah seorang warga Ganeas yang meminta identitasnya tidak disebutkan, Senin (28/1).

Ketika dikonfirmasi akan hal tersebut, Kepala Bidang Perijinan pada Dinas Penanaman Modal, Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumedang, Dodi Yohandi mengaku, dirinya tidak tahu apakah perijinan Perumahan Bukit Pelangi Resident itu sudah keluar atau belum.

"Saya kurang tau jelas apakah ijinnya sudah keluar atau belum. Kalau pengajuan sih kayanya sudah masuk. Untuk lebih jelasnya nanti saya konfirmasi," tuturnya singkat, saat di ruang kerjanya, Rabu (31/1).

Sementara, dikonfirmasi koordinator Ijin Prinsip pada DPMPTSP, Encang, mengatakan, untuk ijin prinsip perumahan bukit pelangi resident sudah keluar. "Saat ini kalau tidak salah berhenti dahulu, karena pemiliknya dipanggil Satpol PP," tuturnya, kepada Korsum, melalui sambungan telepon selulernya, Jumat (2/2).

Ditanya apakah perumahan tersebut sudah memiliki Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL/UPL), Encang mengatakan, saat ini memang belum ada UKL/UPL-nya karena masih dalam proses. "Masih tahap proses, selain itu juga ijin lingkungan dan IMB juga belum keluar," tandasnya.

Dikonfirmasi Korsum staf Bukit Pelangi, Sena, mengaku bahwa pihaknya sudah mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) dan izin lainnya. “IMB na sareng izin sanesna tos aya,” kata dia, Jumat (2/2), di ruang kerjanya.
Selain itu pembangunan sumur atesis yang rencanannya menjadi salahsatu dari beberapa spesifikasi perumahan tersebut, mendapat penolakan sebagian warga desa Cikoneng Kulon. Pasalnya, dikhawatirkan akan berdampak kekurangan air. Hal itu disampaikan Kepala Desa Cikoneng Kulon Sunjaya, Jumat (2/2), di ruang kerjanya.

Dikatakan, ia mengaku pernah bertemu dengan pihak pengembang untuk membicarakan permasalah ini, tapi sampai sekarang belum ada pembicaraan lebih lanjut. “Iya saya pernah membicarakan masalah sumur artesis yang ditolak sebagian warga sebab warga khawatir jika ada sumur artesis, maka warga akan sulit mendapatkan air bersih, terlebih dimusim kemarau, tapi sampai sekarang pihak pengembang belum membicarakan tentang sumur artesis lagi,” jelasnya. Ia berharap, ada komunikasi yang baik antara pengembang dengan warganya supaya semuanya kondusif.

Sementara Kepala Satpol PP Sumedang, H. Asep Sudrajat melalui Kasi ketertiban Umum dan Ketrentraman Masyarakat, Dadi Kusnadi, dikonfirmasi Korsum melalui telpon genggamnya, Sabtu (2/2), mengaku sudah koordinasi dengan pihak perijinan, sebab berdasarkan informasi perumahan tersebut belum memiliki IMB.**[Shandy/Arif]
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar