KONIDA Sumedang, Cabor Tak Punya Target, Coret Saja

 Kota, Korsum
Cabang olahraga (cabor) yang tidak memiliki target medali di Pekan Olahraga daerah (Porda)  ke XIII di Kabupaten Bogor, tanggal 5 sampai 16 Oktober 2018 mendatang, bakal dicoret sehingga tidak akan diberangkatkan.
"Kalau cabor tidak punya target yang jelas, maka tim verifikasi akan mencoretnya. Sebab, Porda ini ajang untuk meningkatkan prestasi, bukan untuk rekreasi,” tegas Ketua KONIDA Kabupaten Sumedang, H. Ali Badjri, Kamis (1/2), di Sekretariat Koni Sumedang.
Ali menyebutkan, setelah melalui babak kualifikasi sampai akhir Januari kemarin, KONI Sumedang akan membentuk tim verifikasi untuk memantau kesiapan para atlet yang akan bertanding di Porda nanti.
Pembentukan tim verifikasi ini, kata Ali, sebagai bentuk keseriusan KONI Sumedang menghadapi PORDA 2018. Tim ini bertugas meninjau kesiapan cabor yang terdiri dari para atlet, pelatih dan ofisial.
Koni mempercayakan kesiapan cabor kepada tim.  selain itu Koni juga menggandeng salah satu universitas negeri untuk mendukung kesiapan atlet.
"Tim verifikasi ini akan memanggil semua cabor. Mereka akan meninjau kesiapan cabor, seperti nutrisi atlet, transport, hingga uji tanding cabor. Disitu akan terlihat sejauh mana kesiapan dan keseriusan cabor," ujarnya.
Namun begitu, Ali mengungkapkan, untuk menghadapai ajang olahraga empat tahunan ini Koni masih kekurangan dana sekitar Rp 6 miliar.
“Sampai saat ini dana yang sudah ada dari APBD baru sekitar Rp 3 miliar, padahal dana yang kita butuhkan seluruhnya Rp 9 miliar,” ungkapnya.
Sebelumnya, jelas Ali, untuk menghadapi Porda tahun 2018 ini Koni mengajukan permohonan dana sebesar Rp 12 miliar kepada Pemkab Sumedang. Tapi setelah ddilakukan rasionalisasi sehubungan dengan kondisi keuangan daerah, maka Koni minta sekitar Rp 9 miliar dengan konsekwensi ada beberapa kegiatan operasional yang ditangguhkan.
“Dari kebutuhan anggaran sebesar Rp 9 miliar tersebut, sekitar 80 persennya akan digunakan untuk kebutuhan atlit. Namun dalam APBD Murni tahun 2018, hanya dialokasikan sekitar Rp 3 miliar,” tandasnya.
Adapun cabor dari Kabupaten Sumedang yang akan bertarung di Porda 2018 nanti berjumlah 29 cabor. Yang lolos babak kualifikasi ada 25 cabor, sedangkan 4 cabor lainnya, yakni tenis meja, tenis lantai, rugby dan menembak masuk tanpa melalui babak kualifikasi.
“Hasil verifikasi tahap pertama, dari 716 orang atlet, pelatih dan ofisial, ada 414 orang yang lolos. Jumlah itu terdiri dari 294 atlet, 78 ofisial dan 42 kontingen,” terangnya.
Untuk Porda 2018, KONI Sumedang menargetkan peringkat 12 besar dengan 20 medali emas. Sementara pada Porda sebelumnya kontingen Sumedang hanya duduk di peringkat 15 dengan koleksi 12 medali emas, 14 perak dan 18 perunggu.

“Untuk perbandingan saja, pada Porda tahun 2014 lalu Koni mendapatkan alokasi dana Rp 7 miliar untuk 23 cabor dengan jumlah kontingen 218 orang. “Jadi wajar saja kalau untuk Porda 2018 ini, yang diikuti 29 cabor dengan 414 orang kontingen, kita minta anggaran Rp 9 miliar,” tandas Ali Badjri.**[Hendra]
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar