BPD Jaman ‘Now’ Bukan Rival Kades


Kota, Korsum
Dulu, BPD merupakan Badan Perwakilan Desa, tapi sekarang Badan Permusyawaratan Desa, Sehingga kata Kabid Pemdes BPMPD H. Nuryadin, BPD jaman now bukan lagi rivalnya kades, tapi justru BPD mitra kerja kades dalam pembangun desa diera modern ini.
Hal itu, dikemukan dia diacara pelantikan 68 anggota BPD terpilih se-Kecamatan Sumedang utara, di kantor camat, Selasa (13/3). Kasi Pemdes ini berharap BPD yang dilantik  segera teliti APBDes yang telah keluarkan desa.
“Jika APBDes itu belum disahkan, maka BPD yang baru segera mengesyahkan. Saya tidak mau ada kades yang dilaporkan BPD-nya, atau BPD melaporkan kadesnya sehingga terkesan BPB itu rivalnya kades. Seiring sejalan antara kades dan BPD untuk menepis adanya dusta diantara kita,” tandasnya.
Bahkan, lanjutnya, jika BPD minta tunjangannya dinaikan, maka naikan dulu PADesanya. Jangan harap  tunjangan BPD dinaikan, tapi uangnya tidak ada. Tugas BPD harus berinovasi naikan PADesa. Kades juga harus transparan dalam pengelola keuangan desa sehingga tak ada su’uzon antara kades dan BPD.
“Tak sedikit desa tersandung masalah hukum akibat tidak transparan mengelola keuangan desa. Kades yang bersikap tidak trasparan dalam keuangan, jangan merasa aman tidak akan diketahui. Sebab awal akhir  ketidaktransparanan mensembunyikan kebobrokannya, akan tampak juga,” ujarnya.
Saat ini, anggaran desa ini cukup besar, maka fartisipasi masyarakat sangat sulit karena beranggapan desa banyak uang. Maka  tugas BPD untuk memberi pengertian pada masyarakat bahwa pembangun desa itu bukan semata tanngungjawab desa, namun semua masyarakat.
“Jika kades dan PBD seiring sejalan, maka dijamin suasa desa akan sejuk, tentram sejahtera. Sehingga Tupoksi BPD harus dipelajari, jangan ingin jadi BPD ada maunya yaitu ingin punya proyek. BPD tidak diperbolehkan main proyek karena tugasnya sebagai wasit atau pengawas,” tandasnya lagi.
Cerdas dan tegas, BPD harus menggali potensi agar desa lebih maju dan mandiri. Bila belum punya Bundes, segera dibentuk dan Perdeskan, karena dengan Bundes bisa usaha berbagai cara yang sipatnya menguntungkan. Maka kedepan desa bisa mandiri, tidak bergantung kepada bantuan.
“SDM perangkat desa jaman now harus handal dan professional maka permasalahan yang terjadi di desa akan terpecahkan dengan sukses tanpa ekses. Terlebih sekarang, satu desa mengelola anggaran minimal sekitar Rp 1,4 miliar sehingga diperlukan SDM perangkat desa yang kuat,” katanya.
Bila SDM-nya rendah, lalu harus mengelola uang Rp 1,4 miliar, maka aparat desa akan lieur tidak bisa tidur, bahkan tensi gula darahnya naik karena dihantui rasa takut. Namun bila SDM-nya kuat, maka uang sebesar itu akan dikelola dengan baik dan benar.
Peran Penting
Sebelumnya, 80 anggota BPD terpilih dari 14 desa se-Kecamatan Buahdua dilantik, Jumat (23/2). Menurut panitia acara penatikan Nata menyebutkan, pelantikan BPD itu berdasarkan Surat Keputusan Camat Buhdua No. 141.2/SK/13/Kep/2018 tentang penetapan pengesahan anggota BPD se-Buahdua periode 2018-2024 berlaku sejak dikeluarkannya SK.
Selain melantik, camat juga mengambil sumpah ke-80 anggota BPD. Dilanjut penandatanganan surat keputusan penetapan pengesahan BPD periode 2018-2024. “Yang penting jadi BPD ini niatnya iklas dalam pembangunan desa. Sesuai UU desa, bahwa BPD punya peran penting dalam pemerintah desa,” kata Camat Buahdua, Tono Suhartono, waktu itu.**[yf/indang]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar