Dadang : Bongkar TPS Pasar Kota

Kota, Korsum
Kepada Dinas Koperasi, UMKM, Perindusrian dan Perdagangan (DisKop UMKM dan Perindag) Dadang Sukma, menyatakan siap akan membongkar Tempat Penampungan Sementara (TPS) pasar kota. Diakui, TPS tersebut merupakan kewenangan pihak pengembang pasar kota, sehingga pembongkaran TPS itu harus seijin pengembang itu.
Namun, kata dia, pengembang pasar menghubungi pihak Disperindag dan mempersilahkan lakukan pembongkaran terhadap TPS itu. “Tapi pengembang minta tertib dan kembalikan ke asal termasuk pembersihan limbahnya. Kami akan layang surat ke Pol PP untuk membongkarnya,” ujar Dadang, di ruang kerjanya, Rabu (21/2).
Kasat Pol PP Sumedang, Asep Sudrajat, mengaku kapan pun siap membongkar TPS itu, asalkan ada ijin Bupati Sumedang. Kata dia, jauh setahun sebelumnya, Pol PP sudah mengajukan kepada bupati untuk pembongkaran TPS itu. Namun hingga kini pengajuan itu masih belum direalisasi.
“Jika pihak Diskop akan kirim surat ke Pol PP terkait pembongkaran TPS itu, tentu kami sangat siap kapan pun juga. Kami bukannya enggan membongkar TPS itu, tapi terus menunggu keputusan bupati,” tandas dia, di ruang kerjanya, Jumat (23/2).
Sarang Bondon
Diberitakan sebelumnya, Tempat Penampungan Sementara (TPS) pasar kota yang berderet di jalan Tampomas, bila malam hari dijadikan tempat sarang Bondon dan Bencong. Meskipun pembangunan pasar kota sudah tuntas, namun TPS tersebut masih tetap berdiri tak kunjung dibongkar.
Waktu itu, TPS dibangun untuk penampungan para pedagang pasar kota pasca pembangunan pasar kota. Namun TPS itu tetap kosong tak ada pedagang pasar yang mau penempati, sehingga tampak kumuh dan semerawut lingkungan karena tak diurus.
Malah justru jika di malam hari,  suasa sunyi lorong-lorong gelap  dilokasi TPS itu dijadikan tempat maksiat para Bondon dan Bencong meski hanya bertilam koran bebas, namun aksi mesum para menikmat cinta sesaat itu tetap berjalan aman.
Saat itu, Plt Sekdin Koperasi UMKM dan Perindag, Engkos menyebut, seharusnya pengembang pasar yang membongkar TPS bahkan harus bertanggungjawab terhadap membuangan limbahnya. Namun meskipun sudah dikordinasikan, tetap belum ada realisasinya.
Bahkan, Satpol PP jauh sebelumnya pernah melakukan operasi di lokasi TPS. Saat itu berhasil menjaring 10 Bondon (WTS) dan 20 Waria (Bencong). Namun untuk  pembongkaran TPS itu kata Kasat Pol PP Asep Sudrajat, masih menunggu keputusan bupati. Tapi sampai saat ini keputusan bupati itu masih belum turun juga.**[yf saefudin]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar