Dinilai Kedaluwarsa, PTTUN Tolak Banding Ecek Karyana


Kota, Korsum
Setelah sebelumnya gugatan H. Ecek Karyana dan Tatang Sudrajat ditolak oleh Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sumedang. Gugatannya kembali ditolak juga oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta.
Hal itu tertuang dalam perkara No. 4/G/PILKADA/2018/PT.TUN. Majelis Hakim yang diketuai oleh Ketut Rasmen Suta, SH. mengadili dan menyatakan gugatan Penggugat ditolak dan menghukum Penggugat membayar biaya perkara sebesar Rp 503.000, Rabu (21/3/).
Menurut Komisioner KPU Sumedang, Junan Junaedi, dalam putusannya Majelis Hakim berdasarkan fakta Hukum telah terbukti secara sah dan menyakinkan bahwa pengajuan gugatan Penggugat telah lewat waktu (kedaluwarsa), dan Majelis mempersilakan Tergugat apabila merasa belum puas untuk mengajukan upaya Hukum Kasasi ke Mahkamah Agung dalam 5 hari sejak putusan.
“KPU sendiri siap menghadapi, apabila perkara ini diteruskan ke Mahkamah Agung (MA), "tuturnya, kepada Korsum, Kamis (22/3), di ruang kerjanya.
Junan menyatakan, pihaknya juga menghargai upaya hukum yang dilakukan oleh penggugat apabila perkara ini diteruskan ke MA. Selain sebagai bagian dari pembelajaran, dengan adanya gugatan tersebut KPU menganggap sebagai pematangan dalam Berdemokrasi.
“Setiap persoalan hukum memang sudah seharusnya diselesaikan di jalurnya  yaitu jalur Hukum, dan kami menghargai upaya Hukum yang dilakukan oleh H. Ecek,” ucapnya.
Junan menegaskan, untuk menghadapi gugatan ke MA. KPU tidak ada persiapan khusus, sebab di PTTUN, pihaknya sudah menyerahkan bukti terkait gugatan sebanyak 29 bukti. Berbeda dengan penggugat yang hanya memberikan bukti sebanyak 15 bukti. “Jadi, KPU Sumedang dari awal sudah siap mempertahankan putusannya,” tegasnya.
Seperti diketahui, pasca tidak ditetapkan oleh KPU Sumedang 12 Februari 2018 lalu sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati pada kontestasi Pilkada Sumedang 2018. H. Ecek Karyana dan Tatang Sudrajat menyatakan keberatan ke Panwaslu Kabupaten Sumedang.
Akan tetapi ditolak karena berdasar pada pasal 144 ayat 1 UU. No. 10 Tahun 2016 dan Pasal 37 Perbawaslu No. 15 tahun 2017 tentang tata cara penyelesaian sengketa pilkada. Dan Panwaslu menyebutkan banyak keberatan yang disampaikan pemohon lemah dan terbantahkan. Tidak puas atas keputusan Panwaslu, H. Ecek Karyana melakukan banding ke PTTUN dan kembali ditolak karena dianggap kedaluwarsa. Informasi yang diterima Korsum pihak Ecek Karyana akan melakukan gugatan kembali ke Mahkamah Agung.**[Acep Shandy]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar