Gedung Parkir di Taman Endog Masih Dipertimbangkan

Kota, Korsum
Rencana Pemerintah Kabupaten Sumedang membangun tempat parkir di Taman Endog, masih jadi bahan pertimbangan pemerintah daerah.
Sebelumnya, sesuai perjanjian dengan pihak pengembang yang mengerjakan pembangunan Pasar Sandang, setelah pengerjaan pasar selesai pengembang akan memperbaiki Taman Endog.
Namun seiring waktu, pemerintah daerah berkeinginan keberadaan Taman Endog dijadikan tempat parkir dengan dasar untuk mengakomodasi konsumen Pasar Sandang lantaran di lingkungan pasar sendiri tak memiliki lahan parkir.
Kepala Bidang Pertamanan dan Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang, H. Ayuh Hidayat membenarkan, setelah dipakai Tempat Penampungan Sementara (TPS) pedagang Pasar Sandang, keberadaan Taman Endog kini menjadi semrawut.
"Kita belum mengambil langkah terkait penanganan Taman Endog. Sejatinya kita ingin mengembalikan Taman Endog sesuai fungsinya," ujar Ayuh.
Soal rencana lain terhadap keberadaan Taman Endog yang akan dibangun tempat parkir empat lantai tentunya harus dikaji secara efektif. Apalagi rencana pembangunan tempat parkir tersebut akan menghabiskan dana yang mencapai sekitar Rp 30 miliar.
Menurutnya, anggaran sebesar itu sulit direalisasikan dengan anggaran pemerintah daerah.
"Setidaknya, dengan dana sebesar itu pembangunannya harus diserahkan ke pihak swasta atau investor," ucapnya.
Namun begitu, sebelum rencana tersebut terealisasi, pihaknya menprioritaskan taman endog untuk tetap berfungsi sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).
"Karena sekarang ini nampak semrawut, kami berupaya membersihkan dulu area Taman Endog. Yang penting RTH-nya berfungsi," ujarnya.
Menurut Ayuh, fungsi Taman Endog memang harus dikembalikan seperti dulu, yaitu sebagai RTH dan taman yang multifungsi. Selain itu taman endog memang sudah menjadi ikon Sumedang sebagai ruang publik. Yang paling penting taman endog bisa berfungsi dulu sebagaimana mestinya, ada RTH tapi ada tempat parkirnya juga.
Namun demikian, adanya wacana pembangunan tempat parkir ini bisa dimaklumi, sebab keberadaan pasar sudah begitu besar dan tak memiliki lahan parkir. Tapi jika memungkinkan, pembangunan tempat parkir itu tidak sampai menghilangkan ikon Taman Endog sebagai ruang terbuka bagi publik.
"Intinya, kami tidak menolak dibangun gedung parkir, tapi konsepnya harus 20 persen RTH," tuturnya.
Sebelumnya, Pjs Bupati Sumedang, Sumarwan Hadisoemanto mengatakan, pemda akan meminta kewajiban kepada pengembang pembangunan Pasar Sandang Sumedang untuk mengembalikan Taman Endog seperti semula sesuai perjanjian yang telah ditandatangani sebelumnya.
“Tapi kita juga harus memberi konsep sehingga pembangunan kembali Taman Endog tidak menjadi liar. Terlebih kita rencananya akan memfungsikan taman kota itu menjadi gedung parkir," ungkapnya.
"Intinya, orang bisa tetap nyaman memandang Taman Endog yang telah menjadi salah satu ikon Sumedang ini, tetapi juga sekaligus difungsikan sebagai lahan parkir. Jadi, proses untuk pembangunan gedung parkir ini jangan berhenti agar jalan protokol menjadi bebas dari parkir kendaraan," imbuhnya
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang,  Surrys Laksana Putra menyebutkan kebutuhan tempat parkir saat ini menjadi sangat vital, mengingat laju kepemilikan kendaraan bermotor di Sumedang, kian hari kian bertambah.
"Kabupaten Sumedang memang belum memiliki tempat parkir, sehingga sulit bagi kita untuk menindak para pelanggar," ungkapnya,.
Bahkan, Bupati Eka Setiawan telah merencanakan akan membangun gedung parkir di bekas Taman Endog. Namun pada perjalanannya, masih terdapat hambatan dan banyak menuai resistensi dari berbagai pihak atas rencana pembangunannya tersebut.**[Hendra]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar