PJS Bupati Sampaikan LKPJ TA 2017 dan LKPJ AMJ


Kota, Korsum
Kali ini, penyampaian nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sumedang Tahun Anggaran 2017 dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (LKPJ AMJ) Bupati Sumedang Periode Tahun 2013-2018, dilakukan oleh Pjs Bupati. Sebab, Bupati Sumedang definitif sedang cuti dalam rangka mengikuti kontestasi Pilkada Sumedang.
Menurut Pjs Bupati Sumedang, Sumarwan Hadisoemarto, sesuai amanat peraturan perundang-undangan, Kepala Daerah wajib menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kepada DPRD setiap akhir tahun anggaran. Sehubungan akan berakhirnya masa bhakti Bupati Sumedang Periode 2013-2018 pada 5 juli 2018 mendatang, maka disampaikan pula LKPJ akhir masa jabatan Bupati Sumedang Periode 2013-2018 (LKPJ AMJ).
 “Penyelenggaraan keberhasilan pemerintahan dari tahun 2013 sampai dengan 2018 merupakan hasil kerja bersama dan tidak terlepas dari peran serta berbagai pihak,” katanya, Jumat (9/3) di ruang Rapat Paripurna DPRD Sumedang.
Penyusunan LKPJ ini mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumedang tahun 2014-2018 yang ditetapkan dalam Perda Nomor 1 Tahun 2014, serta mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang telah ditetapkan melalui Perbup No. 10 tahun 2016 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2017, sebagaimana telah beberapa kali diubah. Terakhir dengan Perbup No. 66 tahun 2017 tentang Perubahan Kedua Atas Perbup No. 10 Tahun 2016 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2017.
Tujuan dan sasaran pembangunan daerah Kabupaten Sumedang tahun 2017 mengacu kepada visi jangka panjang daerah Kabupaten Sumedang tahun 2005-2025, yaitu Kabupaten Sumedang Sejahtera, Agamis Dan Demokratis pada tahun 2025 dan visi pembangunan jangka menengah Kabupaten Sumedang tahun 2014-2018, yaitu pada tahun 2018 Sumedang Sejahtera, Nyunda, Maju, Mandiri Dan Agamis (Senyum Manis).
Sumarwan mengatakan, tema pembangunan daerah Kabupaten Sumedang tahun 2017 adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan wilayah dan percepatan pembangunan infrastruktur.
Dari presentase target atau rencana yang dicapai, kata Sumarwan, menunjukan angka yang relatif baik, dimana capaian kinerja RPJMD sampai tahun 2017 terealisasi sebesar 89,59%. Terdapat beberapa sasaran yang belum mencapai hasil yang ditargetkan.
“Sehingga pada waktu yang tersisa ini, yakni pada tahun 2018 mudah-mudahan dapat tercapai 100% sesuai dengan target yang tercantum dalam RPJMD 2014-2018,” katanya.
Kinerja tahun 2017 memperlihatkan prosentase yang berbeda-beda untuk setiap program dan kegiatan. Tetapi penyerapan anggaran yang secara umum melebihi 90%, menunjukan pelaksanaan program dan kegiatan dapat berjalan baik sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan.
Adapun pendapatan daerah Kabupaten Sumedang Tahun Anggaran 2017, terealisasi sebesar Rp 2,65 triliun (97,43%) dari target yang ditetapkan. Sedangkan pada tahun 2013 terealisasi sebesar Rp 1,71 triliun. Artinya, dalam kurun waktu 4 tahun terdapat peningkatan realisasi pendapatan daerah sekitar 54,97%.
“Pendapatan tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah,” katanya lagi.
Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2017 sebesar Rp 553 miliar (105,68%) dari target yang ditetapkan. Bila dibandingkan dengan realisasi PAD tahun 2013, yang terealisasi sebesar Rp 189 miliar, berarti terdapat kenaikan sebesar 192,59%.
Dana perimbangan tahun anggaran 2017, terealisasi sebesar Rp 1,59 triliun (94,72%) dari target yang ditetapkan. Bila dibandingkan dengan tahun 2013, yang terealisasi sebesar Rp 1,42 triiyun, berarti ada kenaikan sebesar 11,97%.
Realisasi lain-lain pendapatan yang sah pada tahun anggaran 2017, terealisasi sebesar Rp 511 miliar (97,91%) dari target yang ditetapkan. Bila dibandingkan dengan tahun 2013, yang terealisasi sebesar Rp 102 miliar, terdapat peningkatan realisasi sebesar 400,98%
Sementara realisasi Pengelolaan Belanja Daerah Kabupaten Sumedang Tahun Anggaran 2017, sebesar Rp 2,62 triliun (95,63%) dari target yang ditetapkan. Bila dibandingkan dengan tahun 2013, yang terealisasi sebesar Rp 1,68 triliun. Terjadi peningkatan sebesar 55,95%.
“Belanja daerah pada tahun anggaran 2017 itu, terdiri dari belanja tidak langsung, belanja langsung, dan pembiayaan daerah,” ujar Sumarwan.
Rrealisasi belanja tidak langsung tahun 2017 sebesar Rp 1,52 triliun (95,95%) dari target yang ditetapkan. Bila dibandingkan dengan tahun 2013, yang terealisasi sebesar Rp 1,06 triliun rupiah, berarti ada peningkatan sebesar 43,40%.
Belanja langsung tahun 2017 dapat terealisasi sebesar Rp 1,1 triliun (95,20%) dari target yang ditetapkan. Bila dibandingkan dengan tahun 2013, yang terealisasi sebesar Rp 620 miliar, berarti terjadi kenaikan sebesar 77,42%.
Dikatakan lebih lanjut, capaian kineria pada layanan pendidikan, diantaranya terdapat peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI, dimana pada tahun 2013 hanya 120,95% tetapi tahun 2017 tercapai sebesar 195,53%.
Adanya peningkatan APK SMP/MTs, dimana pada tahun 2013 mencapai 108,14% dan pada tahun 2017 tercapai sebesar 196,98%. Terdapat peningkatan untuk Angka Partisipasi Murni (APM) baik untuk tingkat SD/MI maupun tingkat SMP/MTs. APM SD/Mi tahun 2013 mencapai 99,84% dan tahun 2017 tercapai 194,78%. APM SMP/MTs tahun 2013 mencapai 92,38% dan tahun 2017 mencapai 196,25%.
“Terjadi peningkatan angka kelulusan tingkat SD/Sederajat dan SMP/Sederajat, dimana pada tahun 2013 tercatat 99,99% dan 99,90%, tetapi tahun 2017 mencapai 100%,” imbuhnya.
Sementara capaian kinerja layanan kesehatan, diantaranya diraihnya penghargaan Kabupaten Sehat berupa Swasti Saba Padapa pada tahun 2013 dan Swasti Saba Wiwerda pada tahun 2015, 2016, dan 2017, menerima Anugrah Parahyta Ekapraya pada tahun 2016.
Rumah sakit tanpa kelas sudah berproses sampai kepada tahapan persiapan seleksi calon mitra pengelola Rumah Sakit Pratama di akhir 2017, inovasi pelayanan publik bidang kesehatan melalui Minimarket Gandrung Sanitasi masuk dalam top 40 ajang Sinovik (Sistem Inovasi Pelayanan Publik) Kementerian Pan RB RI.
“RSUD Sumedang mendapat penghargaan dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit, yakni Akreditasi Tingkat Paripurna pada tahun 2015, serta terealisasinya pembangunan Gedung Rawat Inap dan ICU 8 lantai sehingga dapat merealisasikan target pengadaan tempat tidur pasien sebanyak 550 tempat tidur,” pungkas Sumarwan.**[Hendra]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar