Rencana Desa Wisata, Kades Sebut Ngabuntut Bangkong


Darmaraja, Korsum
Program Desa Wisata yang digagas oleh Kementerian Pariwisata untuk penataan kawasan wisata di Bendungan Jatigede Kabupaten Sumedang pada tahun 2017 lalu, hingga saat ini belum terealisasi. Sehingga pihak Desa menilai Pemerintah tidak serius.
Seperti dikatakan Kepala Desa Tarunajaya Kecamatan Darmaraja, Eman Sulaiman, bahwa pihaknya sudah sering diskusi mengenai rencana peningkatan desa wisata, tapi sampai saat ini hasil diskusi tersebut tak kunjung terealisasi.
Kahoyongmah diskusi tapi sudah bosan karena tidak realisasi. Jadi kalau mau meningkatkan potensi wisata itu harus tuntas entong ngabuntut bangkong," tuturnya, dengan logat sundanya, saat dikonfirmasi Korsum, di ruang kerjanya, Selasa (20/3).
Eman mencontohkan, seperti kampung buricak burinong yang menurutnya ngabuntut bangkong dan tidak sesuai dengan perencanan. “Kesannya asal asalan saja,” tegasnya.
Eman berharap, kalau potensi wisata di pesisir Jatigede dijadikan wisata sesuai budaya lokal Sumedang. Dan pihaknya tidak setuju adanya hotel seperti metropolitan, penginapan harus di rumah penduduk yang di tata dan diatur sedemikian rupa. “Janganlah megah megah segala. bagusnya untuk warung terapung dimana, wisata religi, kuliner, binatang," harapnya.
Ditanya wartawan rencana kementerian Pariwisata yang untuk menjadikan Desa Wisata. Eman mengatakan hingga saat ini belum ada kabar lagi. “Duka tah dugi ka danget ayeuna oge teuacan aya kabar deui, duka upami desa nu sanes mah," tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumedang, Agus Sukandar, mengatakan, hingga saat ini belum ada kabar kembali dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar). "Hingga saat ini masih menunggu kabar tindak lanjutnya dari Kemenpar RI akan hal tersebut," akunya saat dikonfirmasi Korsum, di ruang kerjanya, Kamis (15/3).
Akan tetapi, lanjutnya, pihaknya terus mempersiapkan desa yang diproyeksikan mendapatkan bantuan untuk program desa wisata tersebut. “Salahsatu syarat kan harus ada DED, ada beberapa desa kalau tidak salah yang sudah dibuatkan DED nya di tahun 2017 dan akan terus berjalan pada tahun ini,"  tuturnya.
Ditempat terpisah, Kasi Objek Daya Tarik Wisata (ODTW), Ajat Sudrajat, menambahkan, untuk program tersebut langkah awalnya sudah mempersiapkan 10 Desa dan untuk rencana konstruksi itu sudah dibuat DED.
“Hingga saat ini baru dua desa yang sudah selesai DED-nya dan saat ini melakukan survey untuk mendukung program tersebut," tuturnya.
Menurut Ajat, untuk mendukung program tersebut, harus menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) juga. “Hanya saja dari tahun 2016 kita mengajukan kegiatannya tidak pernah teranggarkan dari APBD sumedang padahal itu sangat penting tapi belum terkabulkan hingga saat ini,” ucapnya.
Ajat menambahkan, hingga saat ini belum ada bentuk yang ril akan kegiatan tersebut dan kucuran dana Rp 1 miliar masih sebatas wacana dan merupakan program dari pusat.
“Kita hingga saat ini masih menyiapkan pemetaan infrastruktur untuk saprasnya kita menyusun DED, dan yang terpenting selain sapras itu SDM-nya. Dan untuk 2018 ini kita mempersiapkan di kecamatan Jatinunggal, Jatigede, Wado dan Darmaraja," tandasnya.
Seperti diketahui rencana program Desa Wisata tersebut digagas oleh kementerian Pariwisata saat menghadiri kegiatan Pesona Jatigede pada tahun 2017, dimana untuk desa wisata tersebut nantinya disupport dengan anggaran Rp 1 miliar dari pusat.**[Acep Shandy]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar