YPS Inventarisir Seni Budaya dan Tradisi Sunda


Sumedang Selatan, Korsum
Sebagai upaya mengimplementasikan Sumedang Puseur Budaya Sunda, Yayasan Pangeran Sumedang (YPS) bersama Jagariksa melakukan kegiatan pendataan seni budaya yang ada di seluruh Kabupaten Sumedang, di antaranya Desa Surian, Ciguling dan Gunung Gadung RW 04 Kecamatan Sumedang Selatan.
Ketua YPS, Aom Ahmad mengatakan, inventarisasi seni budaya ini merupakan bagian dari kegiatan penjagaan Seni budaya Sumedang agar tidak punah.
“Ini bagian dari proses penjagaan dan pelestarian kekayaan khasanah budaya Sumedang yang tak ternilai harganya dan harus terus dipelihara sampai generasi berikutnya," ujarnya didampingi Ketua Pembina YPS, Siti Aisyah, Kamis (22/2) di Gunung Gadung Desa Sukajaya Kecamatan Sumedang Selatan.
Menurut Aom Ahmad, kekayaan seni budaya Sumedang sangat banyak dan beragam. Potensi seni budaya itu jika dikelola dengan baik bisa menjadi potensi daya tarik wisata di Sumedang.
"Ini harus dipikirkan bersama, setelah adanya tol Cisumdawu dan bandara Kertajati, jangan sampai Sumedang jadi kota mati, tapi harus menjadi daerah jugjugan. Caranya dengan membangkitkan potensi wisata, salah satunya potensi seni budaya ini harus dihidupkan lagi,” tandasnya.
Dari Dusun Gunung Gadung, berhasil didata beberapa jenis seni budaya, di antaranya seni reak, dadali, jampana, bangreng, sisingaan, pencaksilat. Dan di Dusun Gunung Gadung juga memiliki beberapa situs, yaitu Situs Cai Leutik, Makam Kramat Rangga Wulung, Gua Pasir Kolecer dan Gua Pasir  Laja yang berupa benteng peninggalan Belanda.
Ketua Jagariksa Sumedang, Imadudin menambahkan, inventarisasi seluruh seni budaya yang ada di Kabupaten Sumedang dilakukan pengecekan langsung ke lapangan.
"Jagariksa membantu Yayadan Pangeran Sumedang turun langsung melakukan pendataan seni budaya yang ada di Sumedang ini," kata Imadudin, usai kegiatan pendataan seni budaya di Gunung Gadung.
Alasan pendataan seni budaya ini, lanjut Imadudin, didasari kepeduliaan YPS dalam upaya melestarikan seni budaya yang ada di Sumedang.
"Ini bagian dari kekhawatiran kami jika seni budaya asli Sumedang hilang atau tergerus kemajuan zaman. Dengan diinventarisir, setidaknya sudah ada langkah nyata bagaimana kedepannya seni budaya ini bisa terus hidup di tengah-tengah masyarakat Sumedang," tukas Imadudin.
Diharapkan, dari tercatatnya seluruh seni budaya yang ada di Sumedang memudahkan YPS sebagaimana fungsinya sebagai salah satu lembaga yang menjaga dan meneruskan warisan budaya leluhur Sumedang.
"Itu bisa memudahkan ketika ada acara-acara vang mengangkat seni budaya di Sumedang seperti festival budaya. Ini juga tentunya untuk memudahkan pemerintah dalam melakukan pemeliharaan terhadap seni budaya itu," ujarnya lagi.
Seperti diketahui, selama ini Sumedang sudah dikenal sebagai puseur budaya Sunda, namun masih saja ada pihak-pihak yang mempertanyakan hal tersebut.
"Ini juga untuk membuktikan Sumedang Puseur Budaya Sunda dengan tercatatnya seluruh seni budaya yang ada di Sumedang," pungkasnya.**[Hendra]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar