19 Bidang Tak Kunjung Dibebaskan OTD Jatigede Jorag DPRD

Kota. KORAN SUMEDANG
Warga terkena dampak Waduk Jatigede tungtut pemerintah segera membebaskan 19 bidang tanah yang sudah tergenang.Tanah yang terdapat di besisir Waduk Jatigede, tepatnya di Blok Pasir Kanaga (eks Desa Cibogo,Kecamatan Darmaraja). Pasalnya, warga merasa dirugikan pemerintah karena tanah tersebut belum dibebaskan.

Seperti dikatakan salah seorang pemilik lahan, Mahmudin bahwa, meski beberapa waktu lalu sempat ada pengukuran oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang di dampingi oleh pihak satuan kerja (satker) pembangunan Waduk Jatigede. Akan tetapi hingga saat ini belum ada kejelasan kapan tanah tersebut akan dibayar."Pemerintah harus bertanggung jawab atas hal ini, kita punya hak untuk menuntut, karena mereka sudah menyerobot tanah kami,"tuturnya pada Koran Sumedang, Senin (30/4)

Kedatangan kami ke DPRD, lanjutnya, yaitu untuk melakukan audensi terkait hal itu,  selanjutnya pihaknya juga akan  mempertanyakan kejelasan, terkait tindak lanjut pembebasan tanah yang sudah terendam air waduk itu, kepada BPN dan Satker Waduk Jatigede."Dari tahun 2017 kita menunggu kepastian terkait tanah yang terendam ini, tapi nyatanya tidak ada informasi apapun dari pihak terkait kepada masyarakat pemilik tanah," ucapnya

Mahmudin juga menambahkan, sebenarnya warga tidak menginginkan tanahnya dibebaskan, akan tetapi karena saat ini tanahnya sudah terendam maka warga minta pertanggung jawaban terhadap Pemerintah. "Tidak dibayar pun, kita tidak masalah asalkan tidak ada air genangan waduk tersebut yang masuk ke tanah kami," tegasnya

Masih menurut Mahmudin, saat ini warga menilai bahwa, pihak yang melakukan pendataan dan pengukuran tanah sebelum waduk itu dibangun itu gagal, karena banyak tanah yang dibebaskan diluar nalar masyarakat. Ia mencontohkan, ada tanah yang letaknya berada di posisi lebih atas tapi dibebaskan, sedangkan tanah yang berada dibawahnya tidak dibebaskan. "Pihak yang bertugas waktu itu orang-orang disiplin ilmu, dan mungkin pengukurannya juga tidak hanya manual, seharusnya mereka paham. Dan tidak sepantasnya ada tanah yang belum dibebaskan, tapi tergenang oleh air waduk tersebut," tandasnya

Hingga berita ini diterbitkan para perwakilan OTD masih melakukan audensi dengan DPRD, yang diterima oleh Wakil Ketua DPRD Sumedang, Edi Ashari, dan beberapa anggota DPRD lainnya. ** Acep Shandy
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar