Bupati Tinjau UNBK Di SMAN 1 dan SMAN 3 Sumedang

Kota, Korsum
Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kab. Sumedang, H. Sonson M. Nuriksan, Pjs Bupati Sumedang, H. Sumarwan Hadi Soemarto meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama tingkat Sekolah Menengah Atas, ke SMAN 1 dan SMAN 3 Senin, (9/4).

Tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan UNBK yang dilaksanakan di Kabupaten Sumedang.
Namun demikian, Kepala Sekolah SMAN 1 Sumedang, Yosep Raharja mengaku optimis pelaksanaannya (UNBK) kali ini akan sukses seperti di tahun lalu.

“Sebelum hari H pelaksanaan UNBK ini, kami sudah melakukan semacam gladi dan mempersiapkan segala sarana prasarana guna kelancaran proses UNBK. Jadi kami optimis pelaksanaan UNBK, khususnya di sekolah kami akan berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan yang berarti,” paparnya.
Sebagaimana diketahui, pelaksanaan UNBK sangat berbeda dengan pelaksanaan ujian secara manual, dimana dalam UNBK ini para siswa diwajibkan mengisi seluruh jawaban dalam sebuah perangkat komputer. Maka kebutuhan utama Personal Computer (PC) serta listrik harus menjadi prioritas.

“Guna menjaga kelancaran UNBK, kami pun telah melengkapi perangkat komputer dengan UPS. Jadi ketika aliran listrik mati sekali pun, tidak akan lantas menghambat kepada ujian siswa,” tukasnya.
Pelaksanaan UNBK tingkat SMA itu sendiri rencananya akan dilaksanakan selama empat hari dimulai pada Senin (9/4) hingga Kamis (12/4) mendatang.

Adapun mata pelajaran yang masuk dalam UNBK adalah Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, serta Matematika dan satu mata pelajaran sesuai peminatan siswa, dan pada prosesnya akan diawasi oleh para pengawas yang menguasai ITE.

Bupati Sumarwan menegaskan, dirinya turut mengimbau kepada para Kepala Sekolah beserta jajaran panitia penyelenggara UNBK di Tingkat Kabupaten Sumedang agar mampu melaksanakan proses ujian siswa tanpa adanya kendala, khususnya dalam hal teknis.

“Kalau perlu, untuk mengantisipasi padamnya aliran listrik ketika ujian, kita pun bisa mempersiapkan genset untuk menjamin ketersediaan arus listrik, sehingga para siswa yang sedang ujian tidak akan kena dampak apabila suatu waktu tidak ada aliran listrik,” tuturnya.

Sumarwan pun meminta kepada seluruh orang tua siswa yang sedang melaksanakan ujian agar turut memberikan motivasi kepada para putra-putrinya, sehingga meraih hasil optimal pada pelaksanaan ujian yang dihadapinya.

“Saya mohon juga kepada para orang tua siswa hendaknya membuat nyaman para siswa yang sedang melaksanakan ujian. Sebab, kondisi di rumah akan berpengaruh terhadap psikis bagi anak yang akan melakukan ujian,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Sumedang, Sonson M. Nurikhsan menuturkan, tahun 2018 saat ini khusus di wilayah Pemerintah Kabupaten Sumedang telah mampu melaksanakan UNBK sebanyak 100 persen.
Berdasarkan penuturan dari masing-masing Kepala Sekolah barusan, khususnya di SMAN 1 dan SMAN 3 Sumedang, tidak ada siswa yang tidak bisa mengikuti ujian. Jadi seluruh siswa bisa mengikutinya,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Wakasek Kurikulum SMAN 1 Sumedang  Nunung Julaeha mengatakan, wajar jika siswa/siswinya tampak tenang dalam mengerjakan soal UN. "Mereka sudah terbiasa, karena mereka generasi pengguna teknologi yang dalam penguasaan komputer dianggap menguasai. Tapi, persoalan yang lebih penting bukan itu saja, melainkan kemampuan mereka dalam mengisi soal yang ada di komputer," ucapnya. Nunung menuturkan, ada sekitar 484 siswa dari program IPA dan IPS yang mengikuti UN. Untuk IPA ada 352 peserta dan IPS 132 peserta.
"Ujannya kami bagi tiga sesi, jam 07.30-9.30, 10.30-12.30, dan 14.00-16.00," ujarnya.
Nunung menyebutkan, untuk 484 peserta yang mengikuti UN, pihaknya telah menyiapkan 160 unit komputer dan 3 server. Bahkan, sebagai antisipasi ada cadangan komputer sebanyak 10 unit dan 2 server apabila terjadi kendala teknis.

"Secara teknis saya tidak terlalu khawatir karena pemerintah sudah menyiapkan segalanya. Kami sudah gladi resik, tidak ada kendala di teknis. Yang selalu kami khawatirkan justru bagaimana siswa bisa mengisi soal. Karena beberapa perguruan tinggi, UN itu nilainya harus 75," pungkasnya.**[hendra]
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar