Doamu Esa 'Gempur'Kota Sumedang

Kota,  Koran Sumedang
Ratusan  orang  antusias mengikuti  kegiatan  silaturahmi dengan cara blusukan di wilayah  kota  Sumedang. Khusus diwilayah kota  menjadi  perhatian  khusus H. Dony  Ahmad  Munir dan H. Erwan Setiawan (Doamu Esa). Salahsatu  yang  menjadi  sorotan  perhatian  khusus pasangan tersebut  adalah perluasan jalan kabupaten, dan berupaya akan melakukan perbaikan, di wilayah Sumedang." tutur H Dony Ahmad Munir kepada Korsum, Rabu (11/04/2018).

Di tempat yang sama ketua  Angkatan Pemuda  ka'bah (AMK)  Sumedang  Ekky Ahmad Muzaki Ramdani mengatakan, ratusan  simpatisan, relawan dan masyrakat berbaur mengikuti kegiatan  ini," Alhamdulillah masyarakat Sumedang  khususnya  wilayah  kota  mengapresiasi  kedatangan Calon  Bupati  Sumedang  nomor  urut satu yakni  H. Dony  Ahmad Munir yang membawa berbagai program dintaranya perbaikan  infstuktur  jalan  dan yang lainnya," jelas Ekky

Dikatakan, selain perbaikan infrastruktur yang telah menjadi  program  Doamu Esa, juga program SPBS yang  sudah lama bergaung iya namun  minim perhatian sperti halnya sarana dan prasarana ."Sumedang sudah memproklamasikan diri sebagai Puser Budaya Sunda. Namun sampai saat ini, belum memiliki tempat untuk melakukan gelar seni dan budaya. Jadwalnya kapan, siapa yang akan melakukan pertunjukan. Nah di Velodrm itu, akan digelarnya seni dan budaya, terjadwal, dan terdaftar di Kalender Womderfull Indonesia, sehingga mengundang minat para wisatawan baik dalam maupun Luar Negeri. In Syaa Allah, Doamu Esa  dipercaya Rakyat Sumedang dan di Ridhoi oleh Allah SWT, menjadi Bupati dan Wakil bupati Sumedang, maka Para Seniman dan Budayawan akan memiliki sarana yang baik untuk pertunjukannya” tambahnya.

Lebih jauh ia mengatakan,  Doamu  Esa juga menawarkan program bahwa Kota perlu segera mendapatkan penataan ulang. Penataan Kawasan Perkotaan menjadi sebuah Kota yang Bersih, Berwibawa, Bersahabat, Nyaman, Indah, PKL nya tertata dengan baik, Tempat parkir juga memadai, Taman-taman kota yang Indah dan terawat, termasuk kami akan menggunakan teknologi dalam perkembangan kekinian, dan kami menyebutnya “Sumedang Smart City," saat ini, kalau anda memiliki motor dan mengambil uang di ATM, begitu keluar sudah ada Tukang Parkir, dan Anda akan bayar Parkir. Masuk Minimarket, ada tukang parkir. Ini high cost, tapi kami juga akan memikirkan tukang parkir, dan lahannya. Mereka harus diberdayakan, karena mereka punya keluarga. Namun membuat semua tempat seolah jadi lapangan parkir dan lapangan PKL adalah membuat Sumedang Kota tidak nyaman bagi pengendara" pungkas Ekky**(F. Arif)
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar