Farel Putra Irawan Alami Usus Pendek Butuh Bantuan Dari Dermawan


Jatigede, KORAN SUMEDANG
Bayi bernama Farel Putra Irawan (10 bulan) asal Cipicung Kecamatan Jatigede harus terlunta-lunta di Rumah Sakit Ibu dan Anak Cahaya Bunda Cirebon, RS Swasta tanpa BPJS. Ia harus menunggu pembuatan kartu BPJS selesai, kemudian melakukan operasi di RS Gunung Jati Cirebon.
Farel sebelumnya dibawa ke RSUD Cideres untuk mendapatkan perawatan intensif pada Jumat (6/4) lalu. Namun, RSUD Cideres tidak sanggup melakukan pengobatan dan dirujuk ke RSHS Bandung. Tapi, RSHS Bandung menolak dengan alasan kamar anak penuh.
Seperti disampaikan ibunda Farel, Dede Tira, bahwa Farel juga sempat dirujuk ke RS Mitra Plumbon, pihak RS tersebut juga menolak dengan alasan yang sama seperti RSHS Bandung.
“Akhirnya Farel dirujuk ke RS Ibu dan Anak Cahaya Bunda Cirebon untuk melakukan pengobatan. Tim medis dari RS Cahaya Bunda mengharuskan Farel segera dioperasi,” tutur Tira saat dikonfirmasi koran ini, Kamis (12/4).
Salah seorang dokter di RS Cahaya Bunda, lanjut Tira, menyarankan agar Farel segera dioperasi. Apabila terkendala biaya, Farel disarankan menggunakan BPJS dan melakukan operasi di RS Gunung Jati Cirebon agar dapat menggunakan BPJS.
Kini, kata Tira, pihaknya sekeluarga dibantu pihak desa sedang mengusahakan pembuatan BPJS secepatnya untuk pengobatan Farel. Pembuatan BPJS sempat terkendala karena kekurangan kelengkapan administrasi.
"Suami saya dan pihak desa sedang mengupayakan pembuatan BPJS. Mudah mudahan bisa secepatnya selesai," harapnya.
Dikatakan Tira, Farel mengalami pembengkakan di bagian perut akibat ususnya pendek. Sehingga, tidak bisa mencerna makanan secara baik dan mengakibatkan perut Farel kembung.
Sementara itu, Sekcam Jatigede Lili Rahli saat dikonfirmasi membenarkan adanya warga balita yang mengalami perut kembung akibat ususnya pendek. Menurutnya, balita itu (Farel-red) harus dioperasi secepatnya agar cepat sembuh dari penyakit yang dideritanya. Biaya operasi itu diperkirakan mencapai Rp 21 Juta.
"Dokter RS Ibu dan Anak Cahaya Bunda Cirebon mengatakan anak itu harus dioperasi secepatnya. Dokter menjamin operasi akan diprioritaskan apabila ada uang jaminan setengah dari seluruh biaya operasi. Atau, operasi juga dapat dilakukan di RS Gunung Jati apabila ada BPJS," terangnya.
Ditanya terkait pembuatan BPJS, Lili menjelaskan, bahwa dirinya telah melakukan konfirmasi ke desa. Pihak desa dimana keluarga Farel tinggal mengatakan BPJS telah selesai hari ini (Kamis (12/4)-red) dan kini Farel siap dioperasi.
"Meski sempat terkendala dalam pembuatan BPJS, Alhamdulillah Farel kini akan dioperasi. Operasi akan dilakukan secepatnya," sebutnya.**[F. Arif]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar