Jalan Cipadung Semakin Amburadul


Tanjungkerta, Korsum
Tentu masyarakat Sumedang tahu, Cipadung Desa Mulyamekar Kecamatan Tanjungkerta akses jalannya terkenal amburadul. Jalan berstatus milik kabupaten itu nyaris menyerupai Walungan saat. Jalan itu juga terkenal sudah lama tidak pernah ada perbaikan seakan jalan itu akan dijadikan arena medan offroad.
Kendati demikian, wargapun berharap perhatian Pemkab Sumedang untuk merehab bila perlu di rabat beton. Namun penantian yang panjang itu masih tak buahkan hasil, tetap belum ada perhatian Pemkab hingga akhirnya warga turun kejalan lakukan perbaikan meskipun dengan modal dan alat seadanya.
Saat ini, jalan yang lubang-lubang itu hampir 200 meter berhasil ditutupi pasir karena adanya swadaya dan gotong royong inisiatif masyarakat setempat. Bahkan di lokasi itu tidak lagi banjir jika hujan besar turun.
Menurut Iyan, warga Dusun Cipadung Desa Mulyamekar, Selasa (2/4) mengaku kecewa dan prihatin ketika hujan besar turun. Sebab kata dia, jalan yang seperti walungan saat itu berubah menjadi sungai dengan air cukup deras. Kondisi jalan seperti itu sering terjadi kecelakaan.
Terutama pengendara roda dua sering terperosok masuk lubang besar dan dalam akibat badan jalan tertutup air hujan. Ade yang juga warga setempat menuturkan, apabila di biarkan lebih lama, maka kemungkinan jalan tersebut akan banyak menelan korban jiwa sebab jalan itu hanya menyisakan pasir dan batu.
Menurut Ketua Karang Taruna, Asep Ganda Sasmita, di lokasi, Selasa (2/4), menyebut untung saja ada seorang donatur Indra bin Koko warga Dusun Cipadung Desa Mulyamekar. Dia peduli terhadap jalan lingkungan yang amburadul  sehingga rela mengorbankan hartanya demi kemanusiaan.
“Indra Bin Koko itu telah menyumbang 2 dam truk pasir untuk perbaikan jalan meskipun hanya sekedar tutup lubang-lubang besar ditengah jalan, itu tidak semua. Sebab jalan  yang amburadul itu seolah dibiarkan semakin hancur oleh Pemkab terutama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sumedang,” tutur Asep.
Indra Bin Koko yang disebut-sebut donatur itu saat ditemui koran ini, Selasa (2/4), di kediamannya mengaku sangat prihatin dengan keadaan jalan Kabupaten yang dibiarkan rusak. Sehingga secara sukarela, kata dia, menyumbangkan bahan material dua dam truk pasir dengan merogoh kantong pribadi.**[indang]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar