Karnaval Kuda Renggong Berhasil Sedot Animo Masyarakat Sumedang


Kota, Koran Sumedang
Antusiasme masyarakat untuk menyaksikan Karnaval Kuda Renggong dalam rangka Hari Jadi Sumedang ke-440 tahun 2018, tampak begitu besar. Sehingga untuk mensterilkan area pertunjukan Kuda Silat, panitia sampai harus menggunakan beberapa ekor kuda untuk menertibkan masyarakat yang merangsek ke tengah arena pertunjukan, Rabu (18/4) di Alun-alun Sumedang.
Sebanyak 100 ekor kuda renggong diikutsertakan dalam Karnaval kuda renggong ini, dan 20 kuda diantaranya unjuk kebolehan bemain silat. seluruh kuda tersebut ditunggangi oleh 105 anak yang akan dikhitan massal.
Wakil Ketua Panita HJS ke-440, dr. Hilman Taufik mengungkapkan, Karnaval Kuda Renggong Inohong dilaksanakan sebagai upaya perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan Kuda Renggong sebagai seni khas Sumedang.
Karnaval Kuda Renggong ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik atraksi wisata budaya di Kabupaten Sumedang.
“Karnaval kuda renggong ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian sosial dengan cara berbagi kebahagiaan, khususnya dengan anak-anak khitan dari keluarga kurang mampu sebanyak 105 orang, untuk ikut merasakan naik Kuda Renggong yang diarak dari Alun-alun hingga ke perempatan Apotik Pajaji Sumedang Selatan,” tuturnya.
Seluruh anak yang menunggangi kuda renggong tersebut akan dikhitan secara masal pada tanggal 22 April mendatang, bertepan pada hari “H” Hari Jadi Sumedang.
Sementara itu, Pjs. Bupati Sumedang, Sumarwan Hadisoemarto mengatakan, seni Kuda Renggong merupakan salah satu tradisi budaya daerah asli milik Sumedang. Keberadaan seni kuda renggong ini pun telah melekat, identik, bahkan menjadi salah satu ikon Kabupaten Sumedang.
Dalam perkembangannya, dari tahun ke tahun seni Kuda Renggong terus menunjukan peningkatan, baik jumlah peserta dari berbagai desa, juga peningkatan media pertunjukannya, asesorisnya, maupun musiknya. Seni Kuda Renggong sudah semakin memasyarakat melalui beberapa grup dari berbagai pelosok Kabupaten Sumedang yang ikut dalam karnaval ini,” katanya.
Dengan semakin memasyarakatnya seni Kuda Renggong ini, kata Sumarwan, tentu menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sumedang, karena masih banyak pihak yang senantiasa berupaya mempertahankan serta mengembangkan budaya daerah,
Saat ini, lanjutnya, di Kabupaten Sumedang sendiri telah terbentuk Yayasan Kuda Renggong Sumedang (Yaskures), sebagai tempat bernaung pelestarian seni Kuda Renggong. Dan Kuda Renggong ini juga telah dinyatakan sebagai warisan budaya tak benda nasional pada tanggal 19 Mei 2015 dengan sertifikat nomor 1539908 yang dikeluarkan dan ditandatangani Mendikbud Prof. Dr. Moh Nuh.
Namun demikian, Ketua Yaskures, Asep mengugkapkan, hendaknya keberadaan seni Kuda Renggong Sumedang ini dipatenkan, sehingga dapat secara sah sebagai milik Kabupaten Sumedang.
“Saya mohon pemerintah Kabupaten Sumedang dapat memfasilitasi kami mendapatkan Hak Atas Kekayaan Intelektual Kuda Renggong (HAKI),” ungkapnya.
Keinginan para pelaku seni Kuda Renggong untuk melindungi hak cipta karya seni Kuda Renggong, langsung ditanggapi serius oleh Pemkab Sumedang.
“Tentunya pemerintah akan terus membantu dan memfasilitasi untuk mengajukan Hak Atas Kekayaan Intelektual seni Kuda Renggong, untuk memperoleh HAKI, sehingga seni Kuda Renggong ini mempunyai perlindungan dari usaha-usaha pihak lain, terlebih dari bangsa asing yang ingin mengklaim,” tandas Pjs Bupati.
Kuda Renggong sebagai salah satu kesenian yang berasal dari Sumedang ini sudah saatnya diapresiasi dan memiliki HAKI.
“Perlu kita dorong terus untuk melindungi hasil karya seni maupun kebudayaan  dengan mendapatkan hak cipta yang dilindungi undang-undang,” tegasnya.**[Hendra]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar