Komis C Soroti Permasalahan Krusial Eks OTD Jatigede


Jatigede , KORAN SUMEDANG
Baru-baru ini, Komisi C DPRD Sumedang menemukan sejumlah masalah yang dihadapi oleh masyarakat eks genangan Jatigede yang kini tinggal di Desa Mekarasih, Kecamatan Jatigede.
Persoalan paling krusial, diantaranya, hampir semua warga eks genangan yang tinggal di Mekarasih belum memiliki mata pencaharian yang betul-betul bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Kondisi ini, menjadi penyebab terjadinya potensi kerawanan pangan di masyarakat.
“Ternyata, mereka belum memiliki mata pencaharian yang betul-betul bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Padahal jumlah mereka tidak sedikit, lebih dari 300 KK yang merupakan pindahan dari beberepa desa yang tergenang Waduk Jatigede,” ujar Sekretaris Komisi C DPRD Sumedang, Dadang Romansyah, setelah mengkaji hasil kunjungan Komisi C di lapangan, Rabu (11/4).
Ia menjelaskan, setelah melakukan kunjungan ke Desa Mekarasih pada Selasa (10/4),, Komisi C mendapat kesimpulan, yang intinya pihak desa menyampaikan kekhawatiran bahwa ada potensi terjadinya rawan pangan.
Hal itu didasari, karena sebagian besar warga eks genangan Jatigede yang tinggal di wilayah Desa Mekarasih kehidupan ekonominya belum stabil. “Ya sulitnya mencari mata pencaharian karena dulu mereka mengandalkan dari sektor pertanian padi. Saat ini mereka tak bisa lagi mengolah sawah karena lahan sawahnya hilang tenggelam waduk,” katanya.
Dadang juga menambahkan, sebelumnya, untuk meringankan beban warga, pihak desa memberikan beras sejahtera (Rastra) kepada warga eks genangan. Namun karena jumlahnya sangat banyak, jatah rastra tidak mencukupi.
“Pihak desa mengakui kewalahan dalam pembagian beras rastra. Jumlahnya sangat tidak cukup untuk untuk mengcover kebutuhan masyarakat OTD (orang terkena dampak),” ucapnya.
Setelah melakukan, kajian, kata Dadang, Komisi C menyampaikan perlunya solusi jangka panjang guna menangani potensi rawan pangan tersebut. Untuk itu, dibutuhkan rumusan untuk menciptakan peluang usaha yang baru. Namun tidak lepas dari sektor pertanian, agar masyarakat bisa menjalankan usaha tersebut.
“Masyarakat harus diberikan kail bukan hanya sekedar pemenuhan kebutuhan yang instan. Dan bagaimanapun mereka tidak bisa dibiarkan berjalan dan berupaya sendiri,. tetapi perlu kehadiran pemerintah untuk membantu mereka, sehingga mereka memiliki pekerjaan yang dapat diandalkan,” tuturnya.
Untuk selanjutnya, Komisi C tentu akan segera berkoordinasi dengan pemda untuk mencari solusi penanganan jangka pendek terkait dengan potensi rawan pangan dan solusi jangka panjang untuk melakukan pemulihan ekonomi masyarakat eks genangan.
“Banyak hal yang harus digarap di lingkungan baru masyarakat OTD, dan semua itu perlu sinergitas semua pihak termasuk kami dari DPRD,” ujarnya.**[F. Arif]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar