Komisi D Keuheul, Pemda Abai Tata Ulang Taman Endog


Kota, Korsum
Menyikapi keluhan masyarakat terhadap kondisi Taman Endog yang saat ini sangat memperihatinkan, kumuh dan tak terurus, akhirnya memancing reaksi keras dari anggota DPRD Kabupaten Sumedang.
Ketua Komisi D, DPRD Kabupaten Sumedang, Dadang Rohmawan menilai, Bupati dan pengembang pasar sengaja mengulur waktu hingga estafet kepemimpinan di Sumedang berakhir. 
"Kami dari Komisi D tidak akan ada toleransi lagi kepada pengembang pasar agar menata dan mengembalikan fungsi taman sebagai ruang publik. Dan semua SKPD yang berkaitan dengan permasalahan ini harus mendukung," ujarnya, usai meninjau lokasi Taman Endog bersama Kabid Pertamanan dan Persampahan DLHK, Sekretaris Dinas PUPR, Kabid Perkim, dan perwakilan Keluarkan Talun, Rabu (28/3).
Dadang menegaskan, pemerintah jangan terintervensi oleh tuntutan pengembang pasar agar penataan kembali taman endog bisa terealisasi dengan baik dan cepat. 
"Saya minta pemda jangan ada tawar menawar dengan siapapun, terutama dengan pengusaha. Nanti kami kepada pengembang, perbaikan taman harus segera dilaksanakan terhitung 14 hari kerja dan kita juga akan kirim surat ke bupati agar pengembang pasar mematuhinya," tegasnya. 
Namun begitu, kata Dadang, terkait wacana pemerintah yang akan merevitalisasi taman Endog menjadi gedung parkir bertingkat, bila melihat dari sisi urgensinya sekarang rencana itu terlalu jauh karena butuh anggaran yang besar.
“Yang penting, bagaimana fungsi taman ini dikembalikan lagi sebagai ruang terbuka hijau," tandasnya. 
Kalau keukeuh juga akan membangun gedung parkir bertingkat di lokasi itu, harus dilakukan berbagai kajian terlebih dahulu. Pihak Dishub harus membuat perhitungan gedung parkir ini bisa mengkaver kendaraan roda dua dan roda empat secara teratur.
Soal pemulihan taman Endog, Dewan menilai pengembang lamban dan pemerintah abai, sehingga sekian lama taman endog dibiarkan pabalatak ku puing-puing kayu dan batu sisa reruntuhan tempat pedagang sementara.
Komisi D DPRD, datang lokasi ini tidak untuk posisi bargaining. Siapapun yang mempunyai kewajiban harus melaksanakannya.
“Kalau sekarang kita hanya diam saja menunggu investor datang, apakah ini mau tetap dibiarkan seperti ini? Pemerintah harus melakukan langkah antisipasi yang nyata dan cepat untuk menata ulang taman endog sehingga bisa mengatasi kemacetan yang terjadi di tengah kota ini," pungkas Dadang.**[Hendra]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar