Korban Kebakaran Tinggal di Mushola


Tanjungkerta, Korsum
Mushola panggung berbilik bambu, satu satunya yang selamat dari kobaran api yang meludeskan rumah Nono (52) warga Dusun Babakansawah Desa Jingkang Kecamatan Tanjungmedar, Jumat (9/3). Mushola hanya berukuran 4 kali 5 meter itu kini dijadikan hunian sementara korban kebakaran Nono dan keluarga.
Meskipun Nono tinggal di Mushola, namun saat ini berlimpah ruah sumbangan yang terus berdatangan dari berbagai pihak seperti Sembako, pakaian dan uang termasuk bahan bangunan. Rencananya Nono akan membangun rumahnya kembali pada 15 April mendatang.
Malapetaka kebakaran yang menimpa keluarga Nono pada beberapa waktu lalu merupakan musibah, namun dibalik itu ternyata membawa berkah bagi dirinya. Sebab, Nono yang berprofesi hanya buruh tani itu tak mampu membangun rumah kembali secara mandiri.
Tapi adanya musibah kebakaran itu, Nono berencana akan bangun rumahnya kembali dengan bangunan semi permanen karena saat ini sudah tersedia bahan material yang siap dibangun. Padahal sebelum kebakaran, rumah Nono itu hanya rumah panggung berbilik bambu.
“Untuk sementara ini, kami terpaksa tinggal di Mushola yang tidak jauh dari kandang sapi milik tetangganya.Namun kami berterima kasih kepada pemerintah desa dan masyarakat  yang telah menyumbangkan pakaian dan sembako termasuk Karang Taruna Medang Kamulyan yang telah mengucurkan bantuan uang sebesar Rp 2,9 juta,” tutur Nono, saat ditemui, Jumat (6/4).
Uang yang terkumpul lanjutnya, akan digunakan untuk biaya tebang kayu sumbangan dari desa, sementara Genting, Batako dan pasir ngutang dulu dari toko bangunan. Jika ada bantuan dari Pemda termasuk Baznas Sumedang, rencananya untuk biaya kerja bangun rumah.
Sekdes Jingkang Syarif Hidayat dikantornya, Jumat (6/4), menghimbau kepada warga agar membantu secara gotong royong untuk membangun kembali rumah korban kebakaran yang rencananya akan dibangun pada tanggal (15/4) mendatang.
Seperti dilansir koran ini sebelumnya, rumah panggung berukuran 6 kali 7 meterpersegi milik Nono lenyap seketika akibat dilalap si Jago Merah. Disaat kebakaran itu terjadi, tak satupun warga yang mengetahui karena waktu itu sedang sibuk beraktivitas di sawahnya masing-masing.
Termasuk pemilik rumah Nono  saat itu sedang disawahnya. Sementara keterangan Rumsih istri Nono mengaku kaget ketika seorang anak mengabari bahwa rumahnya kebakaran, dan dia pun langsung pulang ke rumah yang saat itu sudah menjadi abu.
Dugaan sementara, kebakaran itu akibat konseting Listrik karena api berasal dari atap rumah. Namun karena tidak ada yang mengetahui, maka kebakaran itu terjadi sangat singkat bahkan tak satupun barang yang tersisa.**[indang]







Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar