KPU Sororti Kegaduhan Pendukung Paslon di Medsos

Kota, KORAN SUMEDANG
Aksi saling sindir dan adu argumen antar pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumedang di Media Sosial Facebook akhir-akhir ini, disoroti oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Ketua KPU Sumedang, Hersa Santosa, meminta kepada seluruh pengguna media sosial menghindari potensi konflik antar tim pasangan calon.  Seharusnya visi misi atau program kerja calon lebih diutamakan karena masyarakat melihat bahwa akun tersebut mewakili calon.
“Kami menghimbau kepada seluruh tim pendukung pasangan calon ketika terjadi perdebatan di media sosial, berdebatlah ke arah yang lebih membangun dalam arti meyakinkan masyarakat untuk pilihannya,” tuturnya, pada Korsum, di ruang kerjanya, Kamis (12/4).
Hersa menegaskan, di tahun politik diharapkan para pemilik akun yang mendukung paslon agar lebih beretika, jangan sampai meracuni masyarakat dengan postingan politik yang tidak mendidik.
“Untuk itu kami menyarankan kepada tim pendukung calon ketika di media sosial sampaikanlah program kerjanya. Sebab ketika nanti ada tanya jawab dengan masyarakat bisa disampaikan apa rencana kedepannya, sehingga nanti pemilih itu dapat meyakini pemimpin apa yang sesuai dengan pilihan masyarakat,” katanya.
Hersa mengakui saat ini masyarakat agar lebih cerdas dalam bermain medsos. Jangan sampai ketika menulis satu kata atau ucapan kalimat saja yang bisa memancing emosi para pendukung calon. Sehingga berujung pada perkara Pemilu.
“Hal kecil pun yang tidak dianggap penting untuk diperdebatkan bisa menjadi pemicu atensi publik di media sosial seperti Facebook,dan bila itu sampai terjadi maka itu bisa disebut Black campaign,” paparnya.
Sebenarnya, kata Hersa, memasuki masa kampanye ini. Para Timses pasangan calon sudah di diberikan ruang agar mendaftarkan Akun Resmi milik timses pasangan calon, tapi hingga saat ini hanya ada satu pasangan calon yang sudah mendaftarkan akun resminya.
“Di PKPU No 4 tahun 2017 tentang kampanye sudah jelas diatur dan diberi ruang agar Timses mendaftarkan akun resminya, tapi hingga saat ini belum semuanya mentaati aturan tersebut,” pungkasnya.
Panataun Korsum, aksi saling sindir dan adu argumen antara pendukung pasangan calon tersebut terjadi, Pasca Debat Pasangan calon yang digelar KPU (8/4), di Asia Plaza Sumedang.**[Acep Shandy]
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar