RSUD Kabupaten Sumedang Persiapan Diri Menuju RS Pendidikan


Kota, Korsum
Selain melaksanakan fungsi pelayanan kesehatan terhadap pasien atau masyarakat, RSUD Kabupaten Sumedang juga melakukan fungsi pendidikan dan penelitian. Hal ini sudah dilakukan sejak tahun 1994, dimana RSUD Sumedang sudah menjadi wahana pendidikan bagi beberapa institusi pendidikan kedokteran/kesehatan di wilayah Kabupaten Sumedang dan sekitarnya.
Menurut Kepala Instalasi DIKLAT RSUD Kabupaten Sumedang,  dr. Yosef Soleh Kumorulloh, bila merujuk kepada aturan terbaru yang ditetapkan oleh pemerintah, status RS hanya ada 3, yaitu RS Pendidikan, RS Non Pendidikan, dan RS Khusus.
“Maka RSUD Kabupaten Sumedang sedang berproses untuk meningkatkan status dari RS Non Pendidikan menjadi RS Pendidikan ntuk memperoleh aspek legal formal kegiatan pendidikan yang sudah ada selama ini di RSUD Kabupaten Sumedang,” ungkapnya, Rabu (3/4) di kantornya.
Dikatakan, Sebagai RS yang telah terakreditasi oleh KARS dengan predikat paripurna bintang 5, proses pendidikan yang terjadi di lingkungan RSUD Kabupaten Sumedang harus tetap memperhatikan aspek menjaga kualitas pelayanan kesehatan dan menjaga sasaran keselamatan pasien.
“Untuk menjaga kedua aspek ini tentunya ada persyaratan yang harus dipenuhi, baik menurut standar akreditasi KARS (Komite Akreditasi Rumah Sakit) maupun standar akreditasi RS Pendidikan sesuai KMK 1069/2008,” kata Yosef yang juga dokter Umum di RSUD Sumedang.
Langkah yang diambil oleh pimpinan RSUD Kabupaten Sumedang  untuk memenuhi persyaratan ini, tutur Yosef, dengan mengirimkan tim akreditasi RS guna mengikuti kegiatan akreditasi yang diadakan oleh pihak KARS. Koordniasi dengan pihak Kementerian Kesehatan beserta ARSPI (Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia) dan AIPKI (Asosiasi Institut Pendidikan Kedokteran Indonesia) juga terus dijalin. Hingga Kemkes-ARSPI-AIPKI akhirnya mengirimkan tim bimtek (bimbingan teknik) sebanyak 4 orang pada Senin (2/4) lalu.
Tim bimtek tersebut terdiri dari dr. Tengku Djumala Sari (Kasubdit RS Pendidikan-Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan-Kementerian Kesehatan RI), dr. Else Mutiara Sihotang, Sp.PK (Kasie Pemantauan dan Evaluasi RS Pendidikan-Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan-Kementerian Kesehatan RI), dr. Hermien W. Moeryono, Sp.A(K) (Staf Medis Fungsional RS Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta-ARSPI), dan dr. Siti Pariani, MS, MSc, PhD (Staf Pengajar FK UNAIR-AIPKI).
Pelaksanaan bimtek dilakukan secara simultan dari 5 standar yang diampu oleh anggota tim kepada pelaksana teknis persiapan RS pendidikan yang berasal dari RSUD Kabupaten Sumedang.
“Hasil bimtek berupa rekomendasi dari tim sudah diserahkan kepada panitia persiapan RS Pendidikan dan menjadi bahan untuk dipenuhi serta dilengkapi sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama penetapan RSUD Kabupaten Sumedang bisa segera ditetapkan oleh pihak Kementerian Kesehatan RI,” pungkas dr. Yosef.**[Hendra]




Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar