Sempat Disegel Pol PP Bangunan Liar Kini Berdiri Megah


Kota, Korsum
Bangunan Liar yang sempat disegel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol Satpol PP) karena melanggar sempadan sungai dan jalan serta berada di tanah milik negara, tepatnya berada di pusat kota, kini bisa berdiri megah walaupun berada dikawasan terlarang.
Dikonfirmasi akan hal tersebut, Kepala Bidang Penegakan Perda (Gakda) pada Satpol PP Sumedang, Deni Hanafiah membenarkan bahwa sempat terjadi penyegelan karena bangunan itu melanggar.
"Itu memang melanggar, dipanggil itu karena kita beranggapan akan dibangun yang lebih besar, karena awalnya itu hanya dibangun toilet umum dan mushola," tuturnya, pada Korsum, di Kantor Satpol PP, Selasa (27/3).
Dengan adanya pembangunan tersebut, lanjut Deni, pihaknya sudah memanggil pemilik bangunan tersebut dan sudah membuat pernyataan. "Iya pada surat pernyataan dia hanya akan membangun toilet dan mushola saja. Dan tidak akan menambahkan bangunan lain, selain bentuk bangunan juga akan disesuaikan dengan keindahan tata kota," akunya.
Deni juga menegaskan, bahwa pihaknya akan membongkar bangunan tersebut apabila melanggar dengan pernyataan yang sudah dibuat sebelumnya. "Kalau nanti pemilik bangunan melanggar perjanjian. Dan membangun untuk yang sifatnya tempat komersil, maka kita akan membongkarnya," tegasnya.
Deni menegaskan, keberadaan bangunan disepanjang pinggir sungai Cipeles itu memang melanggar. Akan tetapi bangunan itu sudah berdiri sudah lama. “Itu kan bangunan sudah pada lama, jadi kalau ditanya siapa yang salah. Itu yang salah orang dulu memberi ijin. Coba kalau dulu gak di ijinin, pasti tidak akan terjadi seperti saat ini," tandasnya.
Seperti diberitakan Korsum sebelumnya, bahwa bangunan tersebut disegel oleh Satpol PP dan menurut Sekretaris Satpol PP H. Karyono bahwa, bangunan tersebut berada di tanah negara dan melanggar sempadan sungai dan sempadan jalan. "Walaupun sudah ada ijin dari pihak kecamatan, kami tetap tutup karena sudah melanggar dan berada di tanah milik negara,” ucapnya pada Korsum beberapa waktu lalu
H. Karyono juga menambahkan, Bangunan tersebut melanggar Peraturan Daerah kabupaten Sumedang No. 15 Tahun 2011 tentang bangunan dan gedung. "Kedepannya kita akan menertibkan bangunan bangunan liar terutama yang berdiri ditanah negara. Dan untuk penyegelan bangunan saat ini supaya memberikan efek jera agar tidak terjadi lagi,” tandasnya.**[Acep Shandy]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar