Setya Widodo Sebut Panwascam Sumedang Selatan Terkesan Arogan Dan Sewenang-Wenang

KOTA, KORAN SUMEDANG
Unsur Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kab. Sumedang, Ade Sunarya menyatakan, bahwa pihaknya telah melakukan rapat kordinasi terkait pelimpahan temuan dugaan pelanggaran dari Panwaslu Kecamatan Sumedang Selatan dengan nomor : 001/TM/PB/PPL.Kota Kulon/17.18/IV/2018 tertanggal 13 April 2018.

"Ya, sore ini kami telah melakukan rapat kordinasi terkait dengan dugaan pelanggaran yang ditujukan kepada Paslon Bupati/Wakil Bupati Kab. Sumedang nomor urut 2 yakni, Setya Widodo - Sonia Sugian yang mana, adanya dugaan tim sukses paslon nomor urut 2 membagikan sembako kepada masyarakat dalam kegiatan tatap muka di lingkungan bebedahan depan GOR Tajimalela kelurahan kota kulon dengan jumlah peserta tak kurang dari 100 orang," ujarnya kepada Wartawan, Senin (16/4/2018).

Dengan demikian, menurut Ade Sunarya, Hasil rapat serta kajian kordinasi tim Sentra Gakkumdu yang terdiri dari, unsur Panwaskab, Polres, dan Kejari Sumedang memutuskan bahwa, temuan tersebut tidak cukup bukti atau belum memenuhi unsur pelanggaran tindak pidana Pemilu.

Sementara itu, Cabup Setya Widodo, mengapresiasi positif dengan keputusan Gakkumdu.

"Gakkumdu sudah melaksanakan kewajibannya secara profesional dan proporsional.
Selain itu Gakkumdu menunjukkan Independen dan tidak berkepihakan.   Saya orang hukum yang juga pensiunan anggota Polri, sehingga  sangat mengerti dengan hukum," terangnya.

Hanya saja, Lanjut Setya Widodo, dirinya menilai bahwa Panwascam Sumedang Selatan tendensius tidak profesional dan proporsional.
Dalam melakukan pemanggilan terhadap Relawan SAMBALADO  Koordinator Kecamatan Sumedang Selatan dan Koordinator Kelurahan Kotakulon sewenang - wenang, arogansi selauin itu tidak profesional dan proporsional karena tidak berdasarkan prosedur dan mekanisme yang berlaku. Bayangkan saja, kami selesai melakukan kegiatan pukul 15.00 wib.  Kemudian pukul 17.00 wib Koordinator Kecamatan dan Kelurahan menerima surat undangan melalui hp/ WA berikut foto Surat Undangannya agar menghadap Pada hari itu juga pukul 18.30 wib. atau 2,5 jam kemudian.
Sedangkan menurut informasi yang kami dapat bahwa pada saat itu pimpinan Panwas berada di Jatinangor sedang melakukan kegiatan.
Setelah kami pelajari bahwa tanda tangan yang tertuang pada suran undangan pertama  yang dikirim melalui WA dengan undangan yang kedua yang dikirim secara fisik berbeda.  Sehingga Surat Undangan yang pertama diduga palsu.
Hal ini patut dipertanyakan apa yang menjadi tendensinya.

"Kami berharap, agar Ketua  Panwaslu Kabupaten Sumedang memeriksa keabsahan Surat tersebut dan menindak adanya kode etik terkait dengan pemanggilan dan atau undangan yang tidak sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku dan terkesan sewenang  - wenang dan arogansi tersebut," pungkas Widodo**(F. Arif/rls)
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar